Kamis, Februari 25, 2021

Pesan-Pesan Syaikh Ali Jaber

Fajarpendidikan.co.id – Syaikh Ali Jaber adalah salah satu ulama yang sangat berpengaruh pada umat muslim di Indonesia, ulama yang di kenal dengan ketekunannya bersama Alquran dan ketenangannya dalam hal-hal yang beliau hadapi. Kepulangan beliau pada 14 januari 2021 lalu menyisahkan duka mendalam bagi keluarga dan pada umat muslim di Indonesia.

Ulama asal madinah ini, memiliki harapan yang sangat tinggi untuk indosenia. Dalam ceramahnya beliau mengemukakan pesan untuk indonesia yang akan datang. “Sepanjang apapun kegelapan, sepanjang apapun kegelapan kedzoliman, sepanjang apapun kehilangan keadilan, InsnyaAllah akan datang suatu saat terbitnya matahari adil,”ungkapnya.

Beliau berpesan agar kelak untuk umat muslim di indonesia untuk selalu bersama Al-quran, membesarkan indonesia dengan Al-quran.  Karena beliau yakin kelak Indonesia akan adil bersama dengan Alquran serta selalu mengutamakannya dan menjadikannya sebagai pedoman.

“Orang-orang yang bersama Alqura tidak akan rugi karena mereka mendapatkan keberkahan. Keberkahan pada amalnya, berkah umurnya, berkah rezekinya, berkah umurnya dan terjamin kebahagiaannya,” tegasnya.

Orang yang selalu berkenan bersama Alquran di dunia tidak akan mendapatkan hal yang sia-sia Karena balasannya adalah Alquran menemani kita selama di dunia, menemani kita saat menghadapi sakaratul maut, menemani kita saat di kuburan, saat di bangkitakan, saat di hisab, dan saat tiba berjalan di atas jembatan shiratal mustaqim, kemudian ketika saat sampai di syurga Alquan tidak akan melepaskan kita.

Dikatakan kepada penghala Alquran “Bacalah, naiklah dan baca secara tartil. Seperti engkau membaca tarlit di dunia, karena kedudukanmu berada di akhir ayat yang engkau baca.” (HR Abud Dawud dan Tirmidzi dari Amr bin Ash)

Sehingga Syaikh Ali Jaber semasa hidupnya memiliki cita-cita yang mulia yaitu ingin mencetak sejuta penghafal Alquran di Indonesia karena hal itu, beliau selalu mengingatkan kepada para jamaah untuk mengutamakan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

LDK FSI UNM Gelar Muktamar ke XXII

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Forum Studi Islam (FSI​) Raudhatul Ilmi (RI) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar MUKTAMAR ke XXII...

Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Public Speaking Bersama Binus University

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kelas inpirasi bagi kelas XII kembali digelar SMA Islam Athirah 1 Makassar secara virtual, Senin (22/02/2021). Sejumlah 83 partisipan...

Penandatanganan Kotrak PPPK, Plh. Bupati Barru Berpesan

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja yang disingkat PPPK adalah warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu yang diangkat berdasarkan perjanjian...

OSIS SMA Islam Athirah Gelar Webinar Kesehatan, Kepsek: Mereka Pandai Baca Situasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - OSIS SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar webinar kesehatan bertajuk “Pentingnya Kesehatan Mental di Kalangan Remaja dan Pengetahuan Mental...

Unibos Kembali Jadi PT Terbanyak Raih Dana Hibah Proposal Pengabdian Masyarakat

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Bosowa (Unibos) kembali raih pendanaan hibah proposal pengabdian masyarakat terbanyak tahun 2021. Sebelumnya pada tahun 2020, Unibos pun menjadi...

REKOMENDASI