PKM Pembuatan Media Literasi Berbasis Karakter Bagi Guru SDN 10 Manurunge Kabupaten Bone

Tim Pelaksana 1. Dr. Hj. Rukayah, M.Pd. (Ketua Tim) 2. Drs. H. Sudiman, M.Pd., Ph.D. (Anggota Tim) 3. MuJahidah, S.Pd.I., M.Pd.I : (Anggota Tim)

Tim Pelaksana

  1. Dr. Hj. Rukayah, M.Pd. (Ketua Tim)
  2. Drs. H. Sudiman, M.Pd., Ph.D. (Anggota Tim)
  3. MuJahidah, S.Pd.I., M.Pd.I : (Anggota Tim)

Pelaksanaan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) merupakan salah satu wujud implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, selain tugas mengajar, dan melaksanakan Penelitian.

Menurut undang-undang tentang pendidikan tinggi PKM adalah kegiatan sivitas akademik yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ini disambut baik oleh bapak kepala sekolah SD Negeri 10 Manurunge H. Rony Nur, S.Sos. M.M. beserta para staf pengajar.

Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan PKM adalah:

- Iklan -
  1. Meningkatkan pengetahuan dan ketetrampilan para peserta dalam mendukung program GLN (Gerakan Literasi Nasional).
  2. Menambah pengetahuan praktis bagi peserta PKM agar dapat merencanakan dan merancang media literasi untuk meningkatkan minat literasi baca tulis bagi para siswa.
  3. Peserta PKM dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam menumbuhkembangkan budaya literasi para siswa sekolah dasar.
PKM Pembuatan Media Literasi Berbasis Karakter Bagi Guru SDN 10 Manurunge Kabupaten Bone. [FOTO/IST]

Pelaksanaa Kegiatan

Pelaksanan kegiatan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Persiapan

  • Survey lokasi SD Negeri No. 10 Manurunge
  • Penyusunan bahan/materi pelatihan meliputi:
  • Mengembangkan materi pelatihan dalam bentuk PPT;
  • Membuat contoh teks wacana literasi yang berada dalam pusat minat siswa sebagai sumber inspirasi peserta, dan menyiapkan media pendukung lainnya;
  • Membuat instrumen tes untuk mengukur kemampuan awal dan akhir peserta pelatihan;
  • Membuat daftar hadir peserta Pelatihan;
  • Menyiapkan alat yang dibutuhkan.
Baca Juga:  Mengenang Si Brewok Rosihan K Nurdin yang Tegas Tapi Lembut

2. Pelaksanaan

Pelaksanaan pelatihan dilakukan di watampone yakni di SD Negeri 10 Manurunge selama kurang lebih dua bulan mulai pada awal Juli sampai akhir Agustus 2022. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan tahapan:

  • Informasi tentang tujuan kegiatan PKM dilakukan, dan pentingnya pelatihan pembuatan media literasi dalam menyukseskan gerakan literasi nasional;
  • Pemberian informasi kepada peserta tentang strategi meningkatkan literasi bagi siswa, dan contoh penerapannya;
  • pengertian media, jenis-jenis media, media literasi, dan contohnya;
  • Pengertian karakter, sumber pendidikan karakter, karakter yang dikembangkan di sekolah dasar;
  • Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam membuat media literasi;
  • Pemberian contoh: Pemilihan diksi, pengembangan tema, penyisipan gaya bahasa dan pengungkapan kalimat pesan;
  • Pemberian contoh tokoh/penokohan pesan/amanat yang terkandung dalam teks bacaan sebagai media beliterasi;
  • Contoh membuat media lierasi dan berlatih menemukan karakter-karakter dalam media literasi;
  • Pemberian ilustrasi gambar yang sesuai dengan suasana dalam teks;
  • Refleksi dan umpan balik hasil kerja peserta pelatihan.
Baca Juga:  Mamasa Darurat Moneter, Penegakan Hukum Lemah

3.Tahap Akhir Pelaksanaan

Setelah kegiatan dilakukan peserta kegiatan dievaluasi untuk mengukur kemampuannya. Evaluasi yang diberikan yaitu, para peserta ditugasi untuk membuat media literasi berupa media cetak yang berbasis karakter yang cocok untuk siswa SD baik di kelas tinggi maupun di kelas rendah atau sesuai kelas yang diajar oleh masing-masing peserta.

- Iklan -

Luaran Program PKM

Luaran dalam pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat adalah:

  1. Para peserta, telah mengetahui bahwa pembuatan media literasi ternyata mudah jika diawali dengan mengakrostik sebuah nama lalu diparafrasekan menjadi cerita yang di dalamnya diselipkan karakter-karakter apa yang akan dibangun atau dibudayakan pada siswa.
  2. Peserta sudah mampu memparafrasekan puisi karena dilakukan seolah-olah bermain-main dengan sarana media kata-kata serta mampu memberikan ilustrasi gambar berdasarkan situasi cerita.
  3. Kegiatan ini melahirkan produk kumpulan cerita (Antologi) yang dapat digunakan sebagai media literasai yang diminati muri-murid di sekolah dasar.

 

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU