Friday, September 18, 2020

Presiden Akan Hadiri Acara Puncak HPN 2020 Di Banjarmasin

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Presiden Joko Widodo siap menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional 2020 yang akan diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 9 Februari mendatang.

Hal itu disampaikan Mensesneg Pratikno didampingi Deputi Bidang Kerjasama Prof. Dadan Wildan ketika menerima kedatangan Panitia HPN 2020 di Sekretariat Negara, Senin, (27/1).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Pusat yang juga Penanggung Jawab HPN Atal S Depari melaporkan tentang kesiapan pelaksanaan HPN di Banjarmasin yang akan diisi sejumlah agenda kegiatan seperti, seminar, konvesi media massa, pameran pers, bakti sosial dan lainnya.

“Selain menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional, Presiden dijadwalkan akan mencanangkan dimulainya Sapta Desa dan peresmian Pusat Pembibitan dan Penghijauan Nasional,” jelas Atal S Depari.

Ketua Umum PWI juga menjelaskan bahwa program Sapta Desa merupakan program sarapan tambahan anak desa untuk menurunkan jumlah angka stunting di Indonesia. Dan jumlah Stunting di Kalimantan Selatan mencapai angka 27%. Presiden Jokowi menargetkan penurununan jumlah angka stunting hingga17% untuk seluruh Indonesia, dibawah target WHO yang 20% untuk dunia.

Terkait Stunting, tambah Atal S Depari, Panitia HPN membuat seminar stanting yang akan diadakan di RSUD Ulin Banjarmasin pada tanggal 7 Februari yang akan dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dan sebagai pembicara utama Menteri Kesehatan Dr.dr. Terawan Agus Putranto.

“Menkes dr. Terawan akan meresmikan RSUD Ulin sebagai Pusat Rujukan Penyakit Jantung dan Saraf untuk wilayah Kalimantan,” ujar Atal S Depari didampingi Ketua Bidang Pendidikan Nurjaman, Ketua Panitia HPN Auri Jaya, Sekjen PWI Mirza Zulhadi, Bendahara Umum PWI Muhammad Ihsan, dan anggota Dewan Pers Agus Sudibyo.

Menanggapi hal itu, Mensesneg Pratikno berharap agar program pencanangan pembibitan nasional untuk penghijauan berkelanjutan menjadi agenda utama HPN. (PWI)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI