Tuesday, August 11, 2020

Rektor UNM Pastikan UTBK Berjalan Sesuai Protokol Covid

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Husain Syam bersama jajaran pimpinan dan panitia pelaksana Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melakukan pemantauan jalannya UTBK yang berlangsung di UNM. Minggu (5/7/2020)

Pelaksanaan UTBK yang digelar tatap muka di tengah pandemi virus corona, panitia pelaksana telah membuat sejumlah perosedur dan ketentuan yang harus dipatuhi peserta sesuai dengan protokol kesehatan dan kebijakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dalam mencega terjadinya penyebaran virus covid-19.

Rektor UNM, Prof. Husain Syam mengungkapkan ia dan pihaknya telah mempersiapkan jalannya pelaksanaan UTBK sesuai dengan standar kesehatan, sehingga pada hari ini, ia melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi UTBK di UNM untuk memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik.

“Kami bersama unsur pimpinan, kami ingin memastikan betul bahwa semua pelaksanaan UTBK berjalan dengan lancar sesuai dengan standar protokol covid dan kebijakan dari LTMPT, karena yang paling penting kesehatan adalah segalanya, sehingga kami memastikan semua berjalan dengan lancar sesuai dengan standar kesehatan,” ungkapnya.

Dengan ini ia mengaku pihaknya telah melakukan pelaksanaan UTBK sesuai dengan standar kesehatan, mulai dari mengecek suhu tubuh peserta sebelum masuk ruangan, menyiapkan tempat cuci tangan, menyediakan handsanitizer, dan peserts diwajibkan menggunakan masker, serta mengatur jarak posisi duduk peserta, dan menyiapkan tenaga medis untuk berjaga.

“Ini kami lakukan untuk menjamin kesehatan peserta dan kita semua yang terlibat dalam pelaksanaan UTBK, semoga UTBK berjalan dengan baik tanpa ada kendala,” harapnya.

Sekedar diketahui, pada Hari pertama pelaksanaan akan dilaksanakan menjadi dua sesi, pertama dimulai pukul 09.00-11:15 WITA/waktu setempat dan sesi kedua pukul 14:00-16:15 WITA waktu setempat. Satu sesi berlangsung 1 jam 45 menit.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Kadis DPK Sulsel Ikuti Pemantauan dan Evaluasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Secara Virtual

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H melaporkan beberapa hal terkait dengan implementasi dan...

Empat Mahasiswa Studi Agama-Agama UIN Alauddin Terima Beasiswa Bersama Institute

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan atas kerjasama Bersama Institute dan Prodi Studi Agama-Agama UIN Alauddin Makassar, maka Bersama Institute memberikan...

Kebun Ketahanan Pangan Lantamal VI Tumbuh Subur di Tengah Kota Diapresiasi Kadis Lingkungan Hidup Kota Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kehadiran kebun ketahanan Pangan Lantamal VI yang tumbuh subur di tengah kota Makassar kian terasa manfaatnya bagi masyarakat. Kebun...

Mungkinkah Pembelajaran Jarak Jauh diterapkan Permanen?

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan, pembelajaran jarak jauh bisa diterapkan permanen setelah pandemi Covid-19 selesai. Berdasarkan penilaian Kemendikbud,...

Tips Skincare yang Jarang Diketahui Orang

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kalau membicarakan tips skincare, pasti kita bisa menemukannya dengan mudah bertebaran di internet. Rasanya setiap orang selalu berusaha membagikan tips-tips...

REKOMENDASI