Renungan Harian Katolik, Jumat 15 April 2022: Salib Tanda Kemenangan

FAJAR Pendidikan

Renungan Harian Katolik, Jumat 15 April 2022 berjudul: “Salib Tanda Kemenangan“.

HARI JUMAT AGUNG (M). Yes. 52:13-53:12; Mzm. 31:2,6,12-13,15-16,17,25; Ibr. 4:14-16; 5:7-9; Yoh. 18:1-19:42.

Renungan Harian Katolik, Jumat, 15 April 2022 dikutip dari halaman website renunganlenterajiwa. Sebagai penulis Fr. Giovanny Diamanti.

Sebagian dari kita mungkin pernah menonton film “The Passion of Christ”. Film yang disutradai oleh Mel Gibson ini menunjukkan betapa sadisnya kekejaman dan penderitaan yang dialami oleh Yesus bahkan sampai wafat di kayu salib.

Penderitaan yang sangat mengerikan yang dialami oleh Yesus digambarkan sedemikian rupa, sehingga menarik perhatian dan simpati serta membuat orang terharu bahkan ada yang merasa harus bertobat.

Hari ini, Gereja mengenangkan sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus. Bacaan-bacaan hari ini mau menghantar kita untuk merenungkan kembali kisah sengsara dan wafat Yesus.

Nabi Yesaya dalam bacaan pertama menubuatkan secara jelas peristiwa yang akan dialami oleh Yesus: “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakkan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita …”.

BACA JUGA :   Kisah Hasan Outtara Presiden Negara Pantai Gading di Afrika Barat

Dalam bacaan kedua, kita mendengar bahwa Imam Besar yang kita punya adalah Imam yang sama dengan kita, yang dicobai namun tidak berbuat dosa.

Injil Yohanes sendiri mengisahkan dengan panjang lebar mengenai kisah sengsara dan wafat Yesus.

Yesus bukan hanya menderita secara fisik tetapi juga secara batin karena mereka yang dulunya menghormati dan mengelu-elukan-Nya di Yerusalem justru yang memusuhi bahkan yang menyerahkan-Nya.

Namun penderitaan fisik dan batin yang dialami oleh Yesus, Sang Imam Besar, tidak membuat-Nya menyerah akan tugas perutusan-Nya.

Ketaatan dan kesetiaan Yesus pada kehendak Bapa serta cinta-Nya pada manusia menjadi kekuatan bagi Yesus untuk mencapai puncak Golgota.

BACA JUGA :   Kebangkitan dan jati diri Umat

Kisah sengsara dan wafat Yesus menunjukkan bahwa Ia sungguh-sungguh taat pada kehendak Bapa-Nya serta menunjukkan pengorbanan-Nya yang sejati untuk menyelamatkan manusia dari perhambaan dosa.

Ketaatan dan pengorbanan Yesus menjadi daya dorong bagi kita agar sungguh-sungguh hidup sesuai dengan kehendak Allah dan menjadi saksi Kristus di tengah dunia.

Salib bagi kita orang beriman adalah tanda kemenangan karena Kristus telah menang atas kuasa maut dan dengan demikian kita telah diselamatkan oleh Allah dan diangkat menjadi anak-anak Allah.

Karena itu, hendaknya kita senantiasa taat dan setia pada kehendak Allah serta berani menjadi saksi Kristus di tengah-tengah dunia agar pengorbanan Yesus di salib tidak sia-sia begitu saja.

“… ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yes. 53:5b)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk menjadi pewarta Kerajaan Allah di dunia. Amin.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI