Renungan Harian Kristen, Minggu 4 September 2022: Milik-Nya

FAJAR Pendidilan

Renungan Harian Kristen hari ini, Minggu 4 September 2022 berjudul: “Milik-Nya”.

Bacaan untuk Renungan harian Kristen hari ini diambil dari Yohanes 17:6

Renungan harian kristen hari ini mengisahkan tentang Milik-Nya.

Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku … (Yohanes 17:6)

Intro:

Secara definisi, kita mungkin bukan misionaris, orang yang pergi ke negeri lain untuk memberitakan Injil.

Akan tetapi, pada hakikatnya semua dipanggil menjadi murid Yesus.

Dikatakan dalam renungan hari ini, Tuhan menjadikan murid-Nya sebagai milik-Nya sendiri, yang bertanggung jawab atasnya.

Dan, hasrat yang timbul dalam diri seorang murid bukanlah hasrat melakukan sesuatu untuk Yesus, melainkan hasrat menjadi suatu kesenangan sempurna bagi-Nya.

Renungan Harian Kristen:

Misionaris adalah seseorang yang oleh karya Roh Kudus telah menyadari firman-Nya: “Kamu bukan milik kamu sendiri” (1 Korintus 6:19).

Mengatakan, “Aku bukan milikku sendiri,” membuktikan telah dicapainya tingkat kerohanian yang tinggi.

Sifat yang benar dalam kehidupan setiap hari dibuktikan dengan penyerahan diri kepada seorang Pribadi dengan menempatkan-Nya pada prioritas tertinggi.

BACA JUGA :   Renungan Harian Katolik, Rabu 5 Oktober 2022: Tuhan, Ajarilah Kami Berdoa

Pribadi itu adalah Yesus Kristus.

Roh Kudus menerjemahkan dan menjelaskan sifat/hakikat Yesus kepada saya untuk menyatukan saya dengan Tuhan, bukan supaya saya hanya menjadi sebuah piala di lemari pajangan-Nya.

Tuhan tidak pernah mengutus para murid-Nya berdasarkan tindakan yang telah diperbuat-Nya bagi mereka.

Baru setelah kebangkitan, ketika para murid telah memahami melalui kuasa Roh Kudus siapa Yesus sebenarnya, maka Dia berkata, “Pergilah” (Matius 28:19, lihat juga Lukas 24:49 dan Kisah Rasul 1:8).

“Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapaknya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26).

Dia tidak mengatakan bahwa orang ini tidak dapat menjadi baik atau jujur, tetapi bahwa dia tidak dapat menjadi seorang yang tentangnya Yesus dapat menulis kata “milik-Ku”.

BACA JUGA :   Surah Al Quraisy Ayat 1-4 Arab, Latin, dan Artinya

Hubungan mana pun dari yang disebut Tuhan dalam ayat ini dapat bersaing dengan hubungan kita dengan Dia.

Saya mungkin lebih suka dekat pada ibu saya, atau isteri saya, atau diri saya sendiri, tetapi jika demikian halnya, maka, Yesus berkata, “Kamu tidak dapat menjadi murid-Ku”.

Ini tidak berarti saya tidak dapat diselamatkan, tetapi saya tidak dapat menjadi milik-Nya seutuhnya.

Tuhan menjadikan murid-Nya sebagai milik-Nya sendiri, (yang) bertanggung jawab atasnya.

“… Kamu akan menjadi saki-saksi-Ku” (Kisah Para Rasul 1:8). Hasrat yang timbul dalam diri seorang murid bukanlah hasrat melakukan sesuatu untuk Yesus, melainkan hasrat menjadi suatu kesenangan sempurna (perfect delight) bagi-Nya.

Rahasia misionaris ialah “Aku adalah milik-Nya, dan Dia sedang menyelesaikan karya-Nya dan maksud-Nya melalui diriku.”

Jadilah milik-Nya seutuhnya.

Demikian Renungan harian Kristen hari ini Minggu 4 September 2022 diambil dari Yohanes 17:6 mengisahkan tentang Milik-Nya.

 

Sumber: Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Resep Menu Ayam Penyet, Bahan dan Cara Pembuatannya

Anak millennial jaman sekarang, kurang selera dengan ikan–ikanan. Dari pemantauan penulis, menu ayam, apalagi yang digoreng, menu inilah yang paling laris, di warung-warung atau...

Kode Kupon The Spike Volleyball Story Hari ini 6 Oktober 2022

Kode Kupon The Spike - Volleyball Story bisa kamu dapatkan dengan mudah loh, dan pastinya bisa langsung ditukarkan. Dengan adanya Kode Kupon The Spike -...

Laporkan Mamat Alkatiri, Hillary Brigitta : Ingat Kata Mamat Saya Goblok Ngak Ada Isinya

Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut tengah menjadi perhatian publik lantaran melaporkan komika Mamat Alkatiri. Hillary Brigitta Lasut yang menjadi anggota DPR RI termuda pada...

Hebatnya Memuliakan Malam Dan Hari Jumat dengan Al-Kahfi

Malam Jumat dan hari Jumat, adalah dalam kalender Islam, yang dianggap paling sakral untuk melakukan sesuatu yang dihajatkan, atau yang disakral. Sebetulnya, semua hari...