Renungan Harian Kristen, Rabu 31 Agustus 2022: Sukacita-Ku … Sukacitamu

Renungan Harian Kristen, Selasa 13 September 2022: Setelah Berserah, Lalu Apa?
Renungan Harian Kristen, Selasa 13 September 2022: Setelah Berserah, Lalu Apa?.[Ilustrasi: Freepik]

Renungan Harian Kristen hari ini, Rabu 31 Agustus 2022 berjudul: “Sukacita-Ku … Sukacitamu”.

Bacaan untuk Renungan harian Kristen hari ini diambil dari Yohanes 15:11

Renungan harian kristen hari ini mengisahkan tentang Sukacita-Ku … Sukacitamu.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. (Yohanes 15:11)

Intro:

Kehidupan yang penuh dan melimpah tidak ditentukan oleh kesehatan tubuh, bukan oleh situasi, bukan karena melihat pekerjaan Tuhan berhasil melalui kita, melainkan dalam pemahaman yang sempurna akan Allah dan kesatuan dengan-Nya.

Renungan:
“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” (Yohanes 15:11)

Apakah sukacita Yesus? Sukacita (joy) jangan dikacaukan dengan kebahagiaan (happiness).

Faktanya, adalah penghinaan bagi Yesus Kristus untuk menggunakan kata kebahagiaan dalam kaitan dengan Dia.

Sukacita Yesus adalah penyerahan diri dan pengorbanan diri-Nya yang mutlak kepada Bapa-Nya — sukacita melakukan apa yang oleh Bapa mengutus-Nya untuk dilakukan,

BACA JUGA :   Renungan Harian Katolik, Selasa 20 September 2022: Ibu dan Saudara-saudara-Ku Ialah Mereka yang Mendengarkan Sabda Tuhan dan Melaksanakannya

“yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita” (Ibrani 12:2),

“Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku.”

Yesus berdoa agar sukacita kita bisa terus dipenuhi sampai itu menjadi sukacita yang sama seperti sukacita-Nya.

Sudahkah saya mengizinkan Yesus Kristus memperkenalkan sukacita-Nya kepada saya?

Menghayati kehidupan yang penuh dan melimpah tidak ditentukan oleh kesehatan tubuh, bukan oleh situasi;

Bukan karena melihat pekerjaan Tuhan berhasil (melalui kita);

Melainkan dalam pemahaman yang sempurna akan Allah dan kesatuan dengan-Nya seperti yang dihidupi oleh Yesus sendiri.

Namun, hal pertama yang akan merintangi sukacita ini adalah mudah terganggu oleh terlalu banyak pemikiran terhadap situasi lingkungan kita.

Yesus berkata, “kekuatiran dunia ini … menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah” (Markus 4:19).

Bahkan, sebelum kita menyadari apa yang terjadi, kita terperangkap dalam kekhawatiran kita.

Semua yang telah dilakukan Allah bagi kita adalah ambang awal belaka — Dia ingin membawa kita ke tempat kita akan menjadi saksi-Nya, dan menyatakan siapakah Yesus.

BACA JUGA :   Renungan Harian Kristen, Selasa 20 September 2022: Perintah Ilahi Mengenai Kehidupan

Jalinlah hubungan yang benar dengan Allah, temukanlah sukacita Anda di dalamnya, dan dari dalam diri Anda “akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7:38).

Jadilah sumber bagi Yesus Kristus untuk mengalirkan “air hidup”-Nya melalui Anda.

Berhentilah menjadi munafik dan sombong. Jadilah dirimu sendiri dan hayatilah “hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”

Seseorang yang mempunyai hubungan yang benar dengan Allah, hidup dengan suatu kehidupan yang begitu wajar/alami seperti halnya bernapas ke mana pun ia pergi.

Kehidupan mereka yang telah menjadi berkat terbesar bagi Anda adalah suatu kehidupan yang mereka sendiri tidak sadar telah menjadi berkat.

Demikian Renungan harian Kristen hari ini Rabu 31 Agustus 2022 diambil dari Yohanes 15:11 mengisahkan tentang Sukacita-Ku … Sukacitamu.

 

Sumber: Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi