Renungan Harian Kristen, Selasa 7 Februari 2023: Kesedihan Rohani

Renungan Harian Kristen hari ini, Selasa 7 Februari 2023 berjudul: “Kesedihan Rohani”

Bacaan untuk Renungan harian Kristen hari ini diambil dari Kitab Lukas 24:21

Renungan harian kristen hari ini mengisahkan tentang Kesedihan Rohani.

- Iklan -

Lukas 24:21 – Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.

Pengantar:

Apakah kita pernah mengalami kesedihan atau kemurungan rohani? Ketika kita mencari penglihatan dari surga dan kuasa Allah yang mengguntur, hal ini menunjukkan bahwa kita sedang dalam kesedihan rohani.

- Iklan -

Padahal, dikatakan bahwa salah satu penyataan Allah yang paling ajaib adalah ketika kita tahu dan menyadari keindahan keilahian Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari kita.

Renungan Harian Kristen Selasa 7 Februari 2023

Setiap fakta yang dinyatakan para murid itu benar, tetapi kesimpulan yang mereka tarik dari fakta-fakta itu keliru. Segala sesuatu yang bernada kesedihan rohani selalu keliru.

Baca Juga:  Selamat Berpisah Ramadan, Sampai Jumpa di Ramadan Berikutnya (2)

Jika kita merasa tertekan atau berbeban, kita lah yang patut disalahkan, bukan Allah atau siapa pun yang lain.

- Iklan -

Kesedihan timbul dari dua sumber, yaitu kita telah memuaskan nafsu atau kita belum dipuaskan oleh nafsu itu. Kedua hal itu mengakibatkan kesedihan.

Nafsu berarti, “Aku harus mendapatkannya segera.” Nafsu rohani menyebabkan kita menuntut jawaban dari Allah, bukannya mencari Allah sendiri yang akan memberikan jawaban.

Apakah yang telah kita harap atau percaya bahwa Allah akan melakukannya? Apakah hari ini “telah lewat tiga hari” dan Dia masih belum melakukan seperti yang telah kita harapkan? Apakah dengan demikian kita dibenarkan untuk merasa sedih, kecewa, dan menyalahkan Allah?

Apabila kita mengatakan bahwa Allah harus memberikan kepada kita jawaban atas doa, kita telah menyimpang. Maksud/tujuan doa adalah agar kita mendekat kepada Allah, bukan jawaban doa.

Seseorang tidaklah mungkin sehat jasmani, tetapi dengan rasa sedih dan kecewa, karena kesedihan adalah tanda dari penyakit.

Baca Juga:  Apakah Makmum Juga Baca Fatihah atau Tidak? (2)

Hal ini juga berlaku secara rohani. Kesedihan rohani itu keliru, dan kitalah yang harus dipersalahkan untuk itu.

Ketika kita mencari penglihatan dari surga, dan kuasa Allah yang mengguntur dan menggempa, menunjukkan/membuktikan kita sedang merasa sedih dan kecewa.

Kita tidak pernah menyadari bahwa sepanjang waktu Allah bekerja dalam peristiwa sehari-hari yang menyangkut diri kita dan orang di sekeliling kita.

Kalau saja kita mau patuh, dan melakukan tugas yang telah diberikan Allah kepada kita, kita akan melihat Dia.

Dan, salah satu pernyataan Allah yang paling ajaib yang mendatangi kita adalah ketika kita tahu dan menyadari keindahan keilahian Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari kita.

Demikian Renungan hari ini Selasa 7 Februari 2023 diambil dari Lukas 24:21 yang mengisahkan tentang Kesedihan Rohani dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU