Sabtu, September 18, 2021

Resensi Buku: Belajar Teater Langsung dari Penulis Naskah

Judul Buku: Sembilan Naskah Monolog : Bermula Dari Panggung

Penulis: Bahar Merdhu

Penerbit: Garis Khatulistiwa

Jumlah Halaman: 90 halaman

Tahun Terbit: 2019

Jenis Buku: Seni Pertunjukan

Diresensi oleh: Tulus Wulan Juni [Pustakawan Dinas Perpustakaan Kota Makassar]

Buku dapat dibaca di: Dinas Perpustakaan Kota Makassar [Koleksi Deposit]

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Menjadi seorang aktor atau aktris dalam sebuah pertunjukan perlu mempelajari teknik dasar seni peran dengan baik agar dapat memainkan peran (berakting) sebagai seorang tokoh tertentu.

Salah satu seni peran dimana hanya dibutuhkan satu orang untuk melakukan adegan adalah Teater Monolog.

Kehadiran buku 9 Naskah Monolog yang ditulis oleh Bahar Merdhu, dapat menjadi jawaban bagi penikmat seni pertunjukan atau yang ingin berkiprah menjadi pekerja seni, seperti pencerita atau pendongeng dan sebagai ajang latihan khusunya generasi muda.

Apalagi naskah ini ditulis langsung oleh seorang seniman teater yang karya naskahnya mengantarkan Sandiwara Petta Puang menjadi terkenal dan populer di Sulawesi Selatan.

Penulis yang lahir dan tinggal di Kota Makassar ini selain menulis naskah drama juga seorang penyair yang telah melahirkan beberapa puisi dan sudah dibukukan.

Selain itu, penulis juga membuat naskah-naskah drama untuk kelompok teater remaja yang dibinanya.

Sembilan naskah monolog dalam buku ini terdiri dari 2 sumber. 4 naskah kisahnya bersumber dari cerita rakyat yakni I Oro, Buah Semangka & Putri Jelita, Lapagala dan Dongeng I Buri dan Malaikat yang ditunggunya.

Sedangkan 5 naskah lainnya adalah hasil workshop dan latihan bersama 2 kelompok remaja yang tergabung dalam Kelompok Literasi (Laboraturium Teater Remaja Kini) dan Kelompok Teater Grisbon (Griya Seni Barombong).

Sebelum pembaca masuk disetiap naskah monolog, penulis memberikan ringkasan cerita dan menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita tersebut sehingga pembaca dapat memilah sendiri naskah apa yang paling menarik untuk dibaca dan kalau perlu langsung dipraktekkan.

Tidak perlu kuatir dan bingung untuk mempraktekkan naskah ini karena penulis layaknya sutradara telah memberikan arahan apa saja yang harus dilakukan oleh aktor/ aktris untuk memerankan sebuah tokoh termasuk penjiwaan karakter yang diperankannya.

Nakah pertama dalam buku ini mengangkat cerita tentang Perempuan Bisu yang diperdaya oleh 5 pemuda jahat.

Pemuda tersebut meninggalkan jejak kejahatannya yakni sebuah jaket dan rencananya si perempuan bisu akan melaporkan ke polisi.

Namun sayangnya, jaket tersebut malah membuat petaka bagi si Perempuan Bisu. Alih-alih meminta keadilan, ia malah dituduh mencuri jaket oleh pemuda jahat itu.

Cerita ini bisa membuat sedih dan sekaligus membuat emosi penonton jika dipentaskan, itupun jika pemerannya berhasil menghayati karakter si Perempuan Bisu yang memiliki keterbatasan.

Naskah kedua bercerita tentang dirinya dan karakternya yakni Ayu. Ayu menggambarkan keberanian dari dua sosok yakni dirinya sendiri dan karakter yang ia ciptakannya.

Naskah ketiga tentang I Oro, walaupun naskah ini diadopsi dari cerita rakyat Sulawesi Selatan namun ada perbedaan tentang karakter si Oro si Buruk Rupa.

Jika dalam naskah ini, I Oro meracuni putri Taseq Bunga sedangkan di Buku Cerita Rakyat yang lain si Oro diceritakan memakan si Putri Taseq Bunga.

Walaupun terdapat perbedaan namun kedua cerita menjelaskan usaha jahat sia-sia si Oro.

Naskah keempat tentang kisah Buah Semangka dan Perempuan Jelita. Cerita ini mengisahkan seorang pengembala yang bernama Talli mendapatkan buah semangka di sungai saat memandikan sapi-sapinya.

Sesampai di rumah, buah tersebut dimakan oleh ibunya separuh, padahal Talli ingin mengembalikan ke pemiliknya.

Karena ibunya tidak bisa mengembalikan buah semangka yang dimakannya, maka Talli diminta menikahi putri pemilik kebun yang cacat.

Ternyata putri tersebut tidak cacat seperti persangkaan pengembala hanya pemilik kebun sedang mengujinya dan akhirnya pemuda jujur itu mendapatkan putri yang cantik jelita.

Naskah kelima tentang cerita Lapagala. Kisah Lapagala di Naskah ini juga ada perbedaan dengan naskah di cerita rakyat PauPau Ri Kadong yang memiliki karakter suka berbohong namun cerdik sehingga dapat membongkar gerombolan pencuri.

Naskah di buku ini hanya mengisahkan Lapagala sebagai petani sukses yang juga dibahas dibuku Pau-Pau Ri Kadong.

Hanya saja hasil kebunnya dalam naskah ini, Lapagala membelanjakannya dengan kebutuhan rumah tangga dari bahan plastik. Maka Ibunya pun kaget dan berkata “Kenapa kebunku berbuah plastik !”

Naskah Keenam Hati-Hati Dua Hati yang mengisahkan percintaan segitiga antara dua wanita, Riska dan Rita yang ternyata Kakak dan Adik dan seorang pria, Rudi yang berawal dari status di Facebook.

Di akhir cerita, keduanya sepakat mengakhiri petualangan Rudi. Naskah ketujuh tentang kisah Juliana yang jatuh cinta kepada Juliano dari Facebook.

Namun, kisahnya berakhir tragis tidak seperti Riska dan Rita dari sebelumnya. Naskah Kedelapan mengisahkan tentang Rahmi yang ingin menjadi seorang Pramugari tetapi kandas karena orang tuanya menginginkan Rahmi melanjutkan bisnis keluarganya.

Naskah terakhir atau yang kesembilan tentang cerita rakyat I Buri dan Malaikat yang ditungguinya. Cerita ini sama persis dengan cerita Wasiat Orang Tua di Buku PauPau Ri Kadong. Kisah ini menceritakan tentang pembagian harta warisan yang salah satu bagiannya harus diberikan kepada setan.

Dimanakah mereka mendapatkan setan tersebut. Ternyata setan itu adalah orang yang pertama-tama keluar dari masjid.

Kisah ini bisa menjadi gelak tawa bagi penonton dan tentunya syarat dengan pesan moral. Semua naskah yang tertulis dibuku ini sangat menarik untuk dipentaskan sesuai harapan penulis khususnya untuk aktor-aktor muda yang menyukai dunia pentas.

Setidaknya dengan buku ini juga, pembaca diperkenalkan teater monolog dan mempersiapkan diri agar lebih berani bermain serta membentuk karakter, gestur dan vocal sejak dini.

Silahkan dibaca bukunya dan mencobanya.(*)

.

Didaulat Jadi Narasumber Oleh TII, Danny Bahas Strategi Makassar Lawan Covid 19

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Sudah dua tahun virus covid 19 merajalela. Semua kepala daerah berlomba mengeluarkan langkah strategis untuk menekan laju penyebaran covid 19 yang banyak...

Gebyar Vaksinasi TP PKK Kec Panakkukang, Target 300 Vaksin

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Tim Penggerak PKK Kec Panakkukang gelar gebyar vaksinasi, wujud dukungan atas program pemerintah Makassar Recover. Kegiatan digelar di Balai Latihan Kerja, Rabu...

Pemkab Pangkep Gandeng KNPI dan PMI Vaksin Massal Jenjang SMP

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Pangkep, melaksanakan kegiatan Vaksin Massal untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelaksanaan tersebut melibatkan organisasi KNPI dan PMI, di Pelataran Rumah...

Polwan Sat Lantas Polres Bone Bagi Masker ke Tukang Becak

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Polwan Sat Lantas Polres Bone menghimbau masyarakat dari kalangan tukang becak agar patuh prokes Covid -19. Himbauan dilakukan dengan membagikan masker di...

Kampanye Anti Gratifikasi, KPPN Ingatkan Pengelola Keuangan Soal Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- KPPN Watampone senantiasa mengkampanyekan anti gratifikasi dalam setiap kesempatan bertemu dengan mitra kerja, baik secara tatap muka maupun melalui daring (online). Hal...

Hadiri Launching Road Show Vaksinasi Pelajar, Kapolda Sulsel Jangan Termakan Berita Hoax

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam menghadiri pelaksanaan Launching Road Show Vaksinasi Pelajar Yang Digelar Dinas Pendidikan Kerja sama Polda Sulsel Di...

.

.

.

Beasiswa Bertajuk Bersama Kelola Alam Adil Lestari Pemimpin Luluskan 58 Calon dari 22 Provinsi

 Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Program beasiswa bertajuk "Bersama Kelola Alam Adil Lestari (BEKAL) Pemimpin" diberikan kepada para Emerging Leader yakni para pemimpin muda ataupun calon pemimpin yang...

Yuk, Pelajari Berbagai Macam Beasiswa Kuliah yang Perlu Kalian Tahu!

Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Beasiswa pendidikan, saat ini semakin banyak yang telah disalurkan kepada masyarakat. Selain itu pemerintah juga banyak dari pihak swasta. Kemudian cakupan beasiswa...

10 Skill dan Keterampilan Ini Dibutuhkan Mahasiswa di Dunia Kerja!

World Economic Forum (WEF) pada Oktober 2020 lalu merilis artikel terkait 10 skill atau keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja pada tahun 2025 mendatang. 10...

Beasiswa Kalla Dibuka, Khusus Domisili Sulawesi, Begini Cara Daftarnya!

Sulawesi, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Yayasan Hadji Kalla membuka pendaftaran beasiswa Kalla tahun ajaran 2021-2022 bagi mahasiswa yang berdomisili di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan...

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

.

Departemen Epidemiologi FKM Unhas Gelar Pelatihan Mobile Data Collection

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Antusias sivitas akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin pada kegiatan Pelatihan Mobile Data Collection (MDC) menggunakan Kobo Toolbox pada awal September...

Pemkab Pangkep Gandeng KNPI dan PMI Vaksin Massal Jenjang SMP

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Pangkep, melaksanakan kegiatan Vaksin Massal untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelaksanaan tersebut melibatkan organisasi KNPI dan PMI, di Pelataran Rumah...

Guru Honorer Berusia 57 Tahun Tak Lolos Tes PPPK, Nitizen Minta Bantuan Nadiem

Viral di media sosial, kisah seorang guru honorer berusia 57 tahun yang gagal lolos tes seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Kisah tersebut dibagikan...

Sosialisasi Assesment Clinic HOTS, UNM Target Peningkatan IKU

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar sosialisasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam rangka Revitalisasi LPTK tahun 2021. Rektor UNM Prof. Dr. Ir....

Ini Poin Keputusan Menpan-RB Nomor 1127 Tahun 2021 untuk PPPK Guru 2021

Perlu digarisbawahi, dokumen dengan Nomor 1127 Tahun 2021 ini adalah Keputusan Menpan-RB, jadi bukan Permenpan-RB 1127 Tahun 2021. Keputusan ini diteken Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara...

.