Wednesday, July 8, 2020

Sempurnakan VMTS 2020-2024, FKM Unhas Gelar Pertemuan Virtual

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dalam rangka penyempurnaan draft Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Stretegis (VMTS) 2020-2024, FKM Unhas melakukan pertemuan pada hari Kamis, 28 Mei 2020.

Pertemuan ini dilaksanakan secara online dan dihadiri oleh 35 orang stakeholder internal FKM Unhas mulai dari unsur pimpinan, yaitu Dekan, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris GPM, Ketua dan Sekretaris Departemen, Ketua Program Studi, serta Tim penyusunan Renstra FKM.

Dalam sambutannya Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan follow up dari pertemuan rutin yang telah dilakukan oleh tim penyusun renstra sebelumnya.

“Teman-teman tim penyusun renstra sudah melakukan pertemuan lima kali dan telah dihasilkan draft VMTS FKM Unhas 2020-2024 dan tim sudah berusaha mengakomodir semua kepentingan yang akan dihadapi selama lima tahun kedelan,” Jelas Aminuddin.

Dr Aminuddin menjelaskan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan masukan dari stakeholder internal sehingga renstra yang telah disusun betul-betul mengakomodir seluruh kepentingan FKM lima tahun mendatang.

“Kami sangat berharap para guru besar, ketua prodi/departemen bisa memberi masukan sehingga  renstra yang telah disusun betul-betul mengakomodir seluruh kepentingan FKM lima tahun mendatang. Apapun yang menjadi keputusan bersama itulah yang terbaik untuk FKM,” ungkapnya.

Kegiatan ini dimulai dari pemaparan Ketua Tim Penyusun Renstra FKM Unhas, setelah itu dilanjutkan dengan sumbang  saran dari para peserta.

Ketua Tim Penyusun Renstra FKM Unhas, Dr Fridawaty menyampaikan bahwa ada beberapa isu strategis tingkat regional, nasional dan internasional yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Renstra FKM 2020-2024.

“Isu-isu strategis yang menjadi perhatian penyusunan renstra baik tingkat regional, nasional dan internasional yang perlu dipertimbangkan yaitu yang dengan  permasalahan public health, kampus merdeka, profesi kesmas, WCU, digitalisasi dan new normal,” jelas Dr Frida. (FP)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI