Tidak Ada Istilah Mantan Guru

Pengawas SD Kabupaten Bone Syarifuddin menyampaikan sejumlah pesan saat menghadiri Pelepasan Purnatugas Guru UPT SD Inpres 5/81 Timusu Desa Timusu Kecamatan Ulaweng Bone di halaman sekolah setempat, Selasa (30/4).

Mulai dari mewanti-wanti agar tidak ada istilah mantan guru, selalu mengajar tepat waktu, pentingnya peran orang tua murid dalam pendidikan, hingga kolaborasi jaga murid dari bahaya narkoba.

Syarifuddin mengatakan, meskipun guru purnabakti atau memasuki masa pensiun, tetap harus dianggap sebagai seorang guru. Ia menegaskan agar tidak menyebut pensiunan guru sebagai mantan guru.

- Iklan -

“Anak-anak ku sekalian di UPT SD Inpres 5/81 Timusu, saya tidak mau mendengarkan nanti, ko ditai Ibu Rosdiana, makkeda aro mantan guru ku, aro bekas guru ku,”ungkapnya.

Baca Juga:  Seleksi KPID Sulsel, Pakar Komunikasi Unhas Desak Dewan Respon Laporan KJPP

“Jadi anak ku sekalian dan orang tua siswa, masih tetap gurunya anak ta, biarpun sudah pesiun tetap gurunya anak ta,”lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan jasa guru mengajar murid mulai dari nol. Mulai dari kelas satu yang belum tahu membaca dan menulis, diajar oleh seorang guru hingga mampu keduanya.

- Iklan -

“Semoga yang kita lakukan selama ini dapat bernilai ibadah disisi Allaah SWT,” harapnya.

Pada kesempatan ini, ia juga mengingatkan tenaga pendidik agar mendidik murid dengan sebaik mungkin. Selain itu, meminta guru, selalu tepat waktu datang mengajar di sekolah.

Baca Juga:  Mahasiswa dan Dosen IAIN Bone Pengabdian Internasional di Malaysia

Selain itu, meminta orang tua murid untuk membantu tenaga pendidik agar UPT SD Inpres 5/81 Timusu bisa lebih baik. Termasuk menjaga dan turut mendidik anaknya sepulang dari sekolah.

- Iklan -

Menurutnya, keterlibatan orang tua murid dalam mendidik anak mereka di rumah sangatlah penting. Sebab waktu murid mendapatkan pendidikan di sekolah terbatas atau lebih singkat dibanding di rumah.

Keterlibatan orang tua mengawasi murid dari bahaya ngelem atau narkoba. Keterlibatan semua elemen disebutnya harus selalu ditingkatkan dalam mencegah peyalahgunaan narkotika.

“Mari awasi bersama (agar terhindari dari bahaya ngelem dan narkoba). Sebab saat ini bapak ibu sekalian, banyak yang bisa merusak generasi kita,” pungkasnya.*

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU