Friday, May 29, 2020

UN Ditiadakan, Lantas Bagaimana Kelulusan Ditentukan?

- Advertisement -

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Walau pelaksanaanya telah matang, namun pemerintah memutuskan meniadakan Ujian Nasional (UN) pada tahun ini di detik-detik tarakhir. Keputusan ini diambil mempertimbangkan risiko yang dihadapi siswa terkait ancaman wabah virus Corona yang kini menyankiti ratuan pendudukan Indonesia. 

“Kami telah memutuskan membatalkan Ujian Nasional tahun 2020 ini,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Selasa (24/3/2020) dikutip dari sindonews.

Dia mengatakan alasan pembatalan ini karena prinsip dasar Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengutamakan aspek keamanan dan kesehatan para siswa. Termasuk juga keluarga para siswa tersebut.

“Kalaupun kita melaksanakan Ujian Nasional di dalam tempat pengujian yang harus dikumpulkan, itu bisa menimbulkan risiko kesehatan sangat besar. Bukan hanya bagi siswa tetapi keluarga, kakek nenek dari siswa-siswa tersebut. Karena jumlahnya begitu besar, 8 juta siswa yang tadinya akan dites oleh UN,” paparnya.

Selain itu, Nadiem mengatakan bahwa UN bukanlah syarat utama kelulusan ataupun syarat masuk jenjang perguruan yang lebih tinggi. Setelah diperhitungkan, lebih banyak dampak negatifnyajika UN tetap digelar.

“Jadinya setelah kami timbang pro kontranya, kami rasa di Kemendikbud bahwa lebih banyak risiko daripada benefitnya untuk melanjutkan UN,” tuturnya.

Lebih lanjut, sekolah masih bisa melakukan ujian sekolah sebagai ujian kelulusan. Namun dia menegaskan ujian sekolah tidak boleh digelar secara tatap muka.

“Tapi tidak diperkenankan untuk melakukan tes tatap muka yang mengumpulkan siswa dalam ruangan kelas. Ini tidak boleh,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa pelaksanaan ujian sekolah dapat dilakukan dengan berbagai macam opsi. Salah satunya melakukan ujian secara online. “Ataupun dengan angka dari lima semester terakhir. Itu opsi yang bisa ditentukan masing-masing sekolah,” katanya.

Nadiem mengatakan, ujian sekolah tersebut tidak untuk mengukur ketuntasan seluruh capaian kurikulum, termasuk sampai semester terakhir. 

“Kami tidak memaksakan bahwa ujian sekolah itu harus mengukur ketuntasan capaian kurikulum smapai semester terakhir ini yang terdampak oleh bencana COVID-19 dan terdistrupsi pembelajaran,” tuturnya. (*)

- Advertisement -

TERKINI

Minta Nadiem Tunda Tahun Ajaran Baru, Ribuan Orang Teken Petisi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Ribuan orang meneken petisi online meminta Presiden Joko Widodo dan Mendikbud Nadiem Makarim untuk menunda tahun ajaran baru. Petisi itu diinisiasi seseorang...

Perkuat Ukhuwah Makhluqiyah Jadi Tema Halalbihalal Virtual UIN Alauddin Makassar

Gowa, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Keluarga besar UIN Alauddin Makassar menggelar Halalbihalal virtual dengan mengusung tema, “Memperkuat Ukhuwah Makhluqiyah Menghadapi Pandemi Covid 19” via...

Jajaran Lantamal VI Lanal Kendari Rapid Test Massal Pengguna Jasa Pelabuhan Bungkutoko

Kendari, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari, Lantamal VI, Koarmada II bergerak cepat dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di wilayah kota...

Langgar SOP Covid-19, Kasat Lantas Polres Barru Panggil Oknum Kapus

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kapolres Barru Akbp Welly Abdillah, melalui Kasat Lantas Polres Barru Akp Mariana Taruk, memanggil untuk mengkonfirmasi salah satu oknum...

REKOMENDASI