Wednesday, July 8, 2020

Unhas Helat Tudang Sipulung Kebangsaan

Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar Tudang Sipulung Kebangsaan dengan mengangkat tema "Bhinneka Tunggal Ika Dalam Bingkai NKRI" di gedung IPTEKS Unhas. Tudang sipulung tersebut menghadirkan narasumber, Yudi Latif MA Ph D; Prof Dr Anhar Gonggong dan Dr Heri Santoso M Hum. Senin (9/7).
Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar Tudang Sipulung Kebangsaan dengan mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika Dalam Bingkai NKRI” di gedung IPTEKS Unhas. Tudang sipulung tersebut menghadirkan narasumber, Yudi Latif MA Ph D; Prof Dr Anhar Gonggong dan Dr Heri Santoso M Hum. Senin (9/7).

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar Tudang Sipulung Kebangsaan dengan mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika Dalam Bingkai NKRI” di gedung IPTEKS Unhas. Senin (9/7).

Selain menggelar tudang sipulung, acara ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan MPP ( Mahasuswa Pecinta Pancasila) dan pelaksanaan kegiatan SAINS (Studi Al-Qur’an Intensif).

Adapun narasumber yang hadir diantaranya Yudi Latif MA Ph D; Prof Dr Anhar Gonggong dan Dr Heri Santoso M Hum.

Ada sekitar 200 peserta yang ikut dan dihadiri berbagai kalangan antara lain dosen MKU, pengurus bem se-Unhas, wakil dekan bidang kemahasiswaan, kasubag kemahasiswaan, mahasiswa utusan setiap fakultas dan penerima beasiswa.

Berdasarkan landasan Bhineka Tunggal Ika, Dr Heri santoso memaparkan cita-cita negara yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dan tujuan negara melindungi, memajukan, mencerdaskan dan ikut melaksanakan ketertibaan dunia.

Bhineka tunggal ika berproses menjadi satu, Indonesia yang dibangun adalah bangsa dan negara yang bersatu, pemimpin berperang penting dalam pembentukan suatu negara, dan pemimpin Indonesia adalah orang yang terdidik yaitu anak muda.

“Saat ini kita menyaksikan keadaan Indonesia yang masih belum dapat memaknai arti Pancasila berdasarkan Historusnya. Banyak orang cerdas tapi hatinya mati,” kata Anhar.

Pemimpin adalah orang yang mampu melampaui dirinya, kesadaran sebuah posisi berdasarkan kehendak-Nya dengan berlandaskan pancasila.

“Terbentuknya landasan pancasila berdasarkan keputusan bersama antara nasionalis dan islami; dan faktor utama bertahannya Indonesia adalah dialog, menjadikan anak muda tidak hanya cerdas namun hatinya terbuka dan dibangun oleh suku bangsa,” tutup Anhar.

 

Reporter : Jum

 

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Dies Natalis Unhas ke-64, Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas Gelar Workshop Penulisan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin memprakarsai terselenggaranya workshop yang bertajuk “Research Skills Upgrade: Penulisan Systematic Review...

Danlantamal VI Terima Audiensi Perwakilan Alumni AKABRI 1995

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas menerima audiensi alumni AKABRI Tahun...

Ini 5 Perpustakaan Terkeren di Dunia

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Terlebih untuk generasi milenial, yang pasti lebih suka nongkrong di cafe hits ketimbang di perpustakaan. Padahal banyak perpustakaan sekarang...

Bukti Nyata Bhakti Brimob Untuk Masyarakat, Danyon C Pelopor Teteskan Air Mata Gegara Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Keharuan dan isak tangis mewarnai pelepasan mantan Kapos Basarnas Kabupaten Bone Andi Sultan ke tempat tugas dan jabatan barunya...

Yuk, Intip Studio Mini Milik Perpustakaan Umum Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Perpustakaan Umum Kota Makassar telah memiliki "studio mini" sederhana untuk pengambilan gambar kegiatan online. Untuk program...

REKOMENDASI