Friday, August 14, 2020

Unik! 8 Negara Ini Punya Aturan Ketat soal Pemberian Nama Bayi

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Setiap orang tua tentu ingin memberikan nama bayi sesuai dengan keinginannya. Bahkan, tak sedikit pula orang tua yang memberikan nama anaknya dengan sebutan unik dan tak biasa, Tapi ternyata, memberikan nama bayi tak bisa sebebas itu di beberapa negara. Ya Moms, ada beberapa negara yang punya aturan ketat soal dan undang-undang penamaan bayi. Bahkan jika dilanggar, ada hukuman yang menanti. Dikutip dari Mental Floss, berikut adalah 8 negara yang punya aturan ketat soal penamaan bayi.

1. Jerman

Di Jerman, jenis kelamin anak harus bisa diketahui dari nama depannya. Nama yang dipilih pun tidak boleh mengandung unsur negatif yang bisa memengaruhi kesejahteraan anak. Selain itu, Anda tidak bisa menggunakan nama belakang, nama benda, atau nama produk tertentu sebagai nama depan.Nah Moms, disetujui atau tidaknya nama tersebut juga tergantung pada statistik vital–semacam kantor catatan sipil–di daerah tempat bayi Anda lahir. Jika otoritas setempat menolak nama bayi yang Anda usulkan, Anda masih bisa mengajukan banding atas keputusan tersebut. Tapi jika kalah, Anda harus memikirkan nama berbeda.

Karena prosesnya yang rumit, kebanyakan orang tua lebih memilih nama-nama tradisional Jerman seperti Maximilian, Alexander, Marie, dan Sophie. Nama seperti Matti, ditolak sebagai nama untuk anak laki-laki karena tidak mengindikasikan gender. Sedangkan nama Legolas dan Nemo masih bisa disematkan untuk nama bayi laki-laki.

2. Swedia

Pada tahun 1982, Swedia menerbitkan hukum penamaan untuk anak. Hal tersebut diciptakan dengan tujuan untuk mencegah keluarga yang tidak berasal dari darah bangsawan memberikan nama pada anaknya dengan nama-nama luhur. Saat ini, nama-nama yang dirasa tidak cocok disematkan untuk nama anak juga dilarang diberikan. Misalnya saja, nama-nama yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi yang menyandangnya atau nama yang diberikan tidak memiliki arti yang logis. Nama depan harus dilaporkan ke kantor pajak terlebih dahulu. Jika ditolak, orang tua harus menyiapkan nama alternatif untuk si kecil, Moms. Nama yang tidak diperbolehkan di Swedia adalah ‘Albin’ atau nama yang berawalan huruf ‘A’ karena itu merupakan simbol protes terhadap hukum penamaan. Adapun nama-nama lain yang ditolak di antaranya, Metalicca, Superman, Veranda, Ikea, dan Elvis.

3. Jepang

Di Jepang, bayi hanya boleh diberikan nama depan dan nama keluarga saja, kecuali untuk keluarga kekaisaran. Ya Moms, ada banyak sekali nama kanji, tapi hanya kanji resmi yang dapat digunakan dalam pemberian nama bayi.Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua nama dapat dengan mudah dibaca dan ditulis oleh orang Jepang. Orang Jepang juga membatasi nama yang mungkin dianggap tidak pantas. Nama yang akan ditolak adalah Akuma yang berarti ‘iblis’.

4. Denmark

Undang-undang Nama Pribadi Denmark yang sangat ketat diterapkan untuk melindungi anak-anak dari nama-nama aneh yang mungkin dipikirkan oleh orang tuanya. Ya Moms, orang tua hanya bisa memilih salah satu dari 7.000 nama yang sudah disetujui sebelumnya. Jika Anda ingin memberikan nama anak yang tidak ada dalam daftar tersebut, Anda harus punya izin khusus dari gereja lokal dan harus ditinjau oleh otoritas setempat.Undang-undang menyatakan bahwa anak perempuan dan laki-laki harus memiliki nama yang menunjukkan jenis kelamin mereka. Orang tua juga tidak dapat menggunakan nama belakang sebagai nama depan, dan nama yang tidak biasa dapat ditolak. Adapun nama yang ditolak di antaranya, Anus, Pluto, dan Monkey. Sementara yang masih bisa diterima adalah Benji, Jiminico, Molli, dan Fee.

5. Islandia

Komite Penamaan Islandia yang dibentuk pada 1991 memberikan aturan dalam pemberian nama. Jika orang tua ingin memberi nama anaknya dengan nama yang tidak termasuk dalam Daftar Nama Nasional, mereka dapat meminta persetujuan dan membayar. Sebuah nama juga harus melewati beberapa pemeriksaan untuk disetujui. Itu pun harus mengandung huruf dalam alfabet Islandia dan sesuai tata bahasa.Pertimbangan lain termasuk apakah itu akan mempermalukan anak di masa depan dan seberapa baik dengan tradisi Islandia. Selain itu, nama harus spesifik gender, dan tidak ada yang bisa memiliki lebih dari tiga suku kata. Jika nama ayah adalah Erik, maka nama putranya adalah Eriksson, sementara putrinya adalah Ericsdóttir.

6. Selandia Baru

Undang-Undang Registrasi Kelahiran, Kematian, dan Pernikahan Selandia Baru tahun 1995 tidak mengizinkan orang untuk memberi nama anak mereka apa pun yang bisa menyebabkan pelanggaran kepada orang lain, termasuk menyerupai gelar atau pangkat resmi. Adapun nama yang ditolak adalah Stallion, Yeah Detroit, Fish and Chips, Twisty Poi, Keenan Got Lucy, Fruit Sex, Setan, dan Adolf Hitler.

7. China

Di negeri tirai bambu ini, orangtua diminta untuk membuat nama bayi berdasarkan karakter huruf China yang tersedia. Hal tersebut dilakukan agar nantinya memudahkan scanner komputer membaca kartu penduduk milik sang anak. Orang tua secara teknis dapat memilih nama yang diberikan, tetapi angka dan simbol serta karakter non-China tidak diperbolehkan. Bahkan pada tahun 2000-an, orang-orang disarankan untuk mengganti nama mereka demi kepentingan kartu identitas nasional.

8. Norwegia

Di Norwegia, orang tua tidak diperbolehkan menggunakan nama depan yang secara tradisional merupakan nama belakang atau nama tengah kecuali keluarga Anda berasal dari luar budaya negara tersebut. Orang tua juga tidak diperbolehkan mengubah nama anak lebih dari sekali setiap sepuluh tahun.Uniknya, Anda hanya bisa mengganti nama belakang menjadi nama yang dimiliki lebih dari 200 orang. Bila pemilik nama tersebut hanya 200 orang atau kurang, Anda perlu meminta izin dari tiap orang dengan nama tersebut. (WLD/*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Sambut HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020, Lantamal VI Gelar Zikir Bersama

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka menyambut peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020, Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) menggelar acara...

OPINI : Sekolah Tatap Muka Antara Harapan dan Minimnya Persiapan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 saat ini masih belum usai, selama hampir 4 bulan lebih Indonesia Lockdown yang berarti segala aktivitas seperti sekolah,...

Hasan Sijaya: Seni Budaya Kita di Sulsel Tidak Kalah Dengan Daerah Lain

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Hasan Sijaya, membuka acara Festival Tari Pakarena Turiolo dan Tunrung Rinci...

Wadan Lantamal VI Bersama Forkopimda Sulsel Ikuti Rakorsus Tingkat Menteri Melalui Vidcon

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Komandan (Wadan) Lantamal VI Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H., M.M., bersama Forkopimda Sulsel mengikuti Rapat Koordinasi...

Jalin Silaturahmi, STIE Nobel Indonesia Jajaki Potensi Kerjasama dengan HIPMI Sulsel

FAJARPENDIDIKAN.co.id - STIE Nobel Indonesia melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus DPD HIPMI Sulsel yang dihadiri langsung oleh ketua dua lembaga tersebut, Dr...

REKOMENDASI