- Advertisement -

3 Tokoh Inspirasi Ilmuan Muslim Sepanjang Sejarah yang Wajib Anda Tahu

3 Tokoh Inspirasi Ilmuan Muslim Sepanjang Sejarah yang Wajib Anda Tahu. Sosok ilmuan selalu menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia, banyak dari ilmuan hebat dunia yang mampu menemukan sesuatu yang hingga saat ini masih dirasakan manfaatnya.

Namun tahukah? bahwa beberapa temuan dan teori yang selama ini kita pelajari di sekolah ternyata datang dari para ilmuan muslim yang justru jarang kita ketahui namanya, siapa sajakah tokoh ilmuan tersebut dan apa saja kontribusinya di dunia pengetahuan?

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berikut Tokoh Inspirasi Ilmuan Muslim Sepanjang Sejarah

Ibnu Sina

Ibnu sina atau lebih dikenal dengan nama Avicenna didunia Barat merupakan seorang dokter sekaligus ilmuan yang banyak memberikan saham pengetahuan melalui penemuan-penemuannya. Salah satu temuannya dibidang kedokteran yaitu tentang penyakit syaraf (neurasthenia) dimana ia menemukan metode-metode pembedahan yang didalamnya ia menandaskan perlunya sterilisasi dengan jalan pembersihan luka (disinfection).

Ibnu Sina merupakan salah satu ilmuwan Muslim terkenal di dunia. Dia adalah seorang ilmuwan dengan pemikiran cerdas yang mendasari ilmu kedokteran modern. Sampai saat ini Ibnu Sina disebut sebagai “Bapak Kedokteran Modern”. Ibnu Sina disebukan sebagai “Ilmuwan Islam yang Paling Terkenal sekaligus merupakan Salah Satu ilmuwan Yang Paling Terkenal di Semua Wilayah Tempat, dan Waktu”.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ia lahir pada masa keemasan peradaban Islam, sehingga disebut sebagai tokoh Islam dunia. Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abū ‘Alī al-Husain bin ‘Abdullāh bin Snā. Ibnu Sina lahir tahun 980 M pada daerah Afsyahnah dekat Bukhara, yang sekarang berganti menjadi Uzbekistan (kemudian Persia). Ibnu akrab dengan sebuah diskusi ilmiah, terutama diskusi ilmiah yang disampaikan oleh ayahnya. Orang tuanya adalah pejabat tinggi di pemerintahan Dinasti Saman.

Ibnu Sina adalah filsafat Islam besar yang membuat suatu sistem filsafat dengan rinci, dan lengkap dimana lebih mendominasi tradisi filsafat Muslim. Selama hidupnya Ibnu Sina menghabiskan waktunya untuk menulis dan juga urusan negara. Ibnu Sina wafat usia 58 tahun (428 H/1037 M) dimakamkan di Hamazan. Ibnu Sina adalah contoh peradaban besar Iran pada masanya.

BACA JUGA:  Profil Panglima Jilah, Sosok Pemimpin Pasukan Merah Dayak dengan Ilmu Kebalnya

Ibnu Sina juga penulis yang produktif, dimana kebanyakan karyanya berhubungan dengan filsafat dan dunia kedokteran. Ibnu Sina merupakan seorang filsafat besar Islam yang berhasil membuat suatu sistem filsafat yang sangat lengkap sekaligus terperinci, sistem yang telah mendominasi tradisi filsafat Islam selama beberapa abad terakhir. Karya Ibnu Sina yang terkenal yaitu The Canon of Medicine, The Book of Healing, digunakan untuk referensi bidang kesehatan.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ibnu Sina mempu membuat sebuah rangkaian pemikiran filsafat Islam yang terkoordinasi secara baik. Ia berhasil menemukan titik temu bagi persoalan-persoalan filosofis yang belum terjawab oleh para filosof sebelumnya. Pemikiran Ibnu Sina tidak hanya menyebar dan mempengaruhi dunia Islam, tetapi juga ke negara-negara Barat.

Pemikiran dan karya Ibnu Sina akan selalu dikenang sepanjang sejarah. Apalagi di bidang kedokteran modern sampai sekarang, setuju bukan sobat muslim? Nama Ibnu Sina atau Avicenna diabadikan di institusi pendidikan, dan dunia kedokteran.

Abu Wafa’

Abu Wafa’ merupakan seorang ilmuan yang menguasai bidang astronomi dan matematika. Jasa utama beliau adalah penemuannya terkait trigonometri. Dalam trigonometri seferis, ia berhasil menyempurnakan teorema- teorema Menelaus yang disebut “Rule of the Four Magnitude”, yakni: Sin a : Sin c = Sin A:1, dan teorema tangen: tg a : tg A = tan b : 1. Dan dari turunan tersebut beliau mengambil kesipulan Cos c = Cos a . Cos b

Di zaman keemasan Islam, matematikawan Muslim yang luar biasa tidak hanya Kharazim. Pada abad ke-10 M, ada juga seorang matematikawan dalam peradaban Islam yang tidak kalah dari Kharazim. Matematikawan muslim yang namanya tidak terlalu familiar adalah Abul Wafa Al-Buzjani. “Dia adalah salah satu matematikawan terbesar peradaban Islam,” kata George Sutton, bapak sejarah sains, dalam bukunya “Introduction to the History of Science.” Abul Wafa adalah ilmuwan serba bisa. Selain pandai matematika, ia juga dikenal sebagai insinyur dan astronom terkenal saat itu.

BACA JUGA:  Profil Roh Yoon Seo Pemeran Crash Course in Romance: Biodata, Drama, Film, IG

Karya dan gagasannya di bidang ilmiah diakui oleh peradaban Barat. Di bidang matematika, metode Abowa juga telah memberikan banyak kontribusi yang sangat penting bagi perkembangan ilmu aritmatika.

Semasa hidupnya, ilmuwan berperan penting dalam menelurkan serangkaian inovasi matematika penting. Dia tercatat mengkritik ide-ide Eucklid, Diophantos, dan Al-Khawarizmisa, dan makalah mereka telah hilang. Dia juga memainkan peran penting dalam pengembangan trigonometri.

Menurut ulasan dari situs dawuhguru.com, Abul Wafa tercatat sebagai matematikawan pertama yang mengusulkan rumus universal untuk sinus. Selain itu, Mouse Friends juga membuat metode baru untuk membentuk tabel sinus. Yang lebih mengejutkan adalah Abul Wafa melakukan studi khusus tentang garis singgung dan menghitung tabel garis singgung.

Jika Anda pernah belajar matematika, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah secan dan cosecan. Seperti yang kita ketahui bersama, Abowafa adalah seorang jenius di bidang geometri. Dia bisa memecahkan masalah geometris dengan sangat cekatan.

Hasil pemikiran matematikanya memiliki pengaruh yang besar di dunia Barat. Pada abad ke-19, Baron Carra de Vaux mengadopsi konsep garis potong yang dibuat oleh Abul Wafa. Sayangnya, di dunia Islam, hanya sedikit orang yang mendengar namanya. Hampir tidak pernah, mata kuliah sejarah peradaban Islam yang diajarkan di tanah air mengulas dan mengenalkan karakter dan pemikiran Abuwafa. Sungguh ironis.

Ia lahir di Buzjan, Khorasan (Iran) pada 10 Juni 940/328 H. Ia belajar matematika dari pamannya Abu Omar Magazli dan Abu Abdullah Mohamed Ibn Ataba. Pada saat yang sama, ia belajar tentang geometri dari Abu .

Tokoh Inspirasi Ilmuan Muslim Sepanjang Sejarah klim halaman selanjutnya….

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: