Selasa, Januari 19, 2021

40 Persen Siswa SD Bajeng Telah Miliki Buku Rekening

Gowa, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Bajeng, HM Amir menyampaikan bahwa sudah 40 persen dari jumlah 6.520 siswa Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Bajeng telah memiliki buku rekening.

Hal ini diungkapkan Amir setelah berakhirnya kegiatan Sosialisasi Program One Student One Account (OSOA) yang berlangsung di Aula Pertemuan SD Negeri Limbung Putri dan Aula Kantor Kecamatan Bajeng, Kamis (19/11).

“Khusus siswa SD Bajeng kita sudah mempunyai data siapa-siapa saja yang telah memiliki buku rekening sedangkan bagi siswa yang belum memiliki buku rekening kami berikan edukasi sekaligus melakukan sosialisasi dengan orang tuanya terkait program OSOA ini,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupateb Gowa, Kamsina mengatakan bahwa program OSOA ini sebaiknya kita dukung bersama-sama. Sebab program ini dianggap sangat baik untuk kepentingan masa depan anak kita.

“Masa depan anak-anak ini kan masih panjang. Dengan gemar menabung sejak dini, mereka bisa menghindarkan diri dari budaya konsumtif yang berlebihan dan hasil dari menabung ini manfaatnya bisa mereka rasakan ke depannya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Perekonomi dan Administrasi Pembangunan Setkab Gowa, Akbar Muin mengatakan bahwa program One Student One Account merupakan salah satu bentuk Aksi Pelajar Indonesia Menabung dalam implementasi Keppres Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.

“Keppres ini kemudian ditindak lanjuti oleh semua gubernur, kemudian membuat surat edaran ke tingkat kabupaten/kota. Sehingga setelah ada edaran itu maka ditindaklanjuti dengan edaran bupati,” katanya.

Untuk di Gowa, lanjut Akbar sejak bulan Juni sudah ada edaran bupati untuk Diknas dan Kemenag untuk melaksanakan program ini.

“Jadi minggu lalu kami melakukan pertemuan dengan Korwil terkait sosialisasi ini dan dengan musyawarah kepsek tingkat SMA. Setelah itu kita jadwalkan pada beberapa kecamatan untuk sosialisasi tingkat SD dan SMP dan Alhamdulillah pihak perbankan ikut membantu,” jelasnya. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

Opini : Potensi Unggul Generasi Terancam Demi Korporasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan program Bangun Kualitas...

REKOMENDASI