5 Hal Harus Kamu Tahu Tentang Public Speaking, Yuk Cek!

Apakah Anda termasuk orang yang sering berbicara di depan umum? Public speaking memang menjadi salah satu skill yang sangat dibutuhkan di banyak bidang. Tidak sedikit orang yang memiliki kesalahpahaman tentang public speaking, sehingga membuatnya tidak yakin untuk mencoba.

Contohnya adalah ketika orang-orang melihat sosok MC (Master of Ceremony) berbicara di depan umum. Sebagian orang mengira bahwa MC tersebut pintar berbicara karena memiliki kepribadian ekstrover. Padahal, hal itu belum tentu benar dan belum tentu ada hubungannya.

Beberapa keyakinan mental block dalam public speaking justru akan menjadi penghambat seseorang untuk menguasai skill ini. Apa saja hal yang sering disalahpahami terkait public speaking?

- Iklan -

1. Keyakinan Membawa Pembenaran Tahukah Anda jika keyakinan akan memengaruhi alam bawah sadar. Keyakinan pula lah yang akan melakukan tindakan sesuai dengan apa yang kita yakini. Hal ini bisa berdampak positif maupun negatif.

Jika keyakinan kita tetang public speaking mengatakan bahwa: “Saya tidak bisa berbicara di depan umum karena saya orangnya pemalu”, apa yang terjadi kemudian? Maka yang terjadi adalah otak akan memanipulasi bahwa dirinya memang benar-benar pemalu dan tidak layak untuk tampil berbicara di depan umum.

Tapi, jika otak memberi komando seperti: “Saya memang pemalu, namun saya akan coba untuk bisa tampil berbicara di depan umum”, hasilnya akan berbeda. Maka yang terjadi adalah akan ada stimulus positif yang mendorong diri untuk bisa berbicara di depan umum. Keyakinan tidaklah bisa dianggap remeh, karena keyakinan akan menstimulus seseorang untuk melakukan tindakan.

- Iklan -

Maka dari itu, yakinilah bahwa diri Anda mampu untuk bisa berbicara di depan umum walau memiliki perasaan ‘minder’, atau merasa bahwa diri Anda ekstrover. Sudah terbukti bahwa banyak ekstrover bisa tampil di depan umum. Menyembunyikan keraguan mereka dengan tampil tanpa perasaan minder yang berlebih.

2. Harus Bisa Mencairkan Suasana Setiap orang mempunyai karakter, dan setiap MC pun punya pembawaannya masing-masing dalam berbicara di depan umum. Tidak semua suasana mampu untuk dibuat lelucon, seperti acara-acara yang sifatnya formal.

Memang, setiap orang dituntut untuk bisa membaur dalam acara, namun harus tahu juga batasan dalam mencairkan suasana. Mencairkan suasana memang dibutuhkan ketika akan merebut perhatian audience agar tidak terkesan membosankan dan menghalau rasa kantuk. Melibatkan audience juga disarankan agar lebih atraktif dan tetap semangat mengikuti hingga akhir sesi acara.

- Iklan -

3. Tampil Perfeksionis Sejatinya, perfeksionis bisa jadi sebuah penyakit yang menyerang siapa saja. Termasuk dalam ranah public speaking. Banyak orang ingin tampil sempurna di depan banyak orang dengan latihan mati-matian dan menggunakan busana yang mewah agar menarik perhatian.

Tidak salah berlaku perfeksionis, namun juga harus diperhatikan bahwa jangan sampai sifat perfeksionis ini menghambat Anda untuk bisa unjuk gigi dalam public speaking. Kesalahan adalah hal yang sangat wajar, kita manusia bisa berbuat salah dan harus menerimanya.

Sangat tidak wajar apabila minim kesalahan dalam public speaking. Jika terjadi kesalahan, maka usaha kita adalah menetralisir kesalahan tersebut agar tidak menjadikannya semakin besar di mata audiens.

4. Anggapan tentang Bakat dari Lahir Semua orang dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Hidup yang serba dinamis, membawa perilaku dan bakat orang menjadi dinamis pula. Dalam hal public speaking, skill berbicara di depan umum adalah sesuatu yang bisa diasah dari waktu ke waktu.

Tidak ada kesempurnaan tanpa latihan yang berulang. Banyak juga yang sebenarnya mempunyai potensi di bidang publick speaking, namun karena tidak diasah, akan sangat mungkin kualitas public speaking tertinggal jauh dari orang yang tidak mempunyai bakat namun berlatih terus-menerus.

5. Menghadapi Demam Panggung Meskipun demam panggung tidak nyaman, tapi hal ini bukanlah sebuah aib. Bahkan, orang yang sudah sering tampil di depan umum pun merasakan demam panggung alias gugup.

Gugup adalah respons yang wajar, namun bisa jadi mematikan kita jika tidak dinetralisir dengan baik. Tidak ada cara efektif mengatasi demam panggung, saran kami, mulailah dengan menerima kegugupan ini sebagai sebuah stimulus bahwa Anda yakin bisa berbicara di depan umum.

Biasanya, demam panggung hanya akan menyerang saat momentum awal berbicara, setelah beberapa sesi, biasanya kegugupan akan semakin berkurang karena Anda telah bisa membawa suasana dan masuk ke dalam emosi audiens.

Bila demam panggung masih terasa di tengah acara, maka lebih baik Anda menarik nafas panjang dan hempuskan pelan-pelan. Sambil berikan sugesti ke diri Anda bahwa Anda bisa melewati ini dengan baik.

Karena sugesti dan aura yang baik dari diri Anda, vibrasinya akan dirasakan juga oleh audiens. Hal-hal seputar berbicara di depan umum sebenarnya adalah penerapan dari komunikasi yang bisa dilatih sepanjang hidup.

Seiring dengan kematangan pribadi dan bertambahnya wawasan seseorang, maka public speaking akan semakin mudah dilakukan.

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU