Balai Labkesmas Makassar Uji Resistensi Vektor Malaria di Toraja Utara

MAKASSAR, 17 September 2025 – Dalam rangka mendukung program eliminasi malaria, Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Makassar sukses melaksanakan kegiatan Uji Resistensi Vektor Malaria di Kabupaten Toraja Utara pada 1–6 September 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memantau tingkat resistensi nyamuk terhadap insektisida yang digunakan masyarakat, sekaligus memastikan efektivitas upaya pengendalian vektor malaria.

Dengan berkolaborasi bersama instansi setempat, tim entomolog kesehatan Balai Labkesmas Makassar menyasar Desa Saloso, Kecamatan Sopai, sebagai lokasi pengambilan sampel. Sebanyak 389 ekor nyamuk berhasil diuji, dengan hasil resistensi terhadap insektisida jenis Deltametrin (0,05%) menunjukkan kerentanan 100%, sedangkan terhadap Malathion (5%) tercatat resistensi 1,25% dengan tingkat kerentanan 98,75%.

ADVERTISEMENT
Baca Juga:  Alun-alun Barru Dipadati Warga, Jalan Santai HUT ke-66 Meriah
Uji Resistensi Vektor Malaria
Uji Resistensi Vektor Malaria

“Jumlah nyamuk yang diperoleh sebanyak 389 ekor, terdiri dari Anopheles barbirostris (223 ekor), Anopheles vagus (15 ekor), Culex sp (132 ekor), dan Armigeres sp (19 ekor),” ungkap Entomolog Kesehatan Balai Labkesmas Makassar, Nurhayati, S.Si, saat ditemui di lokasi, Selasa (16/9/2025).

Selain uji resistensi, tim juga melakukan survei jentik di 13 titik perindukan nyamuk. Hasilnya, ditemukan 9 perindukan yang positif terdapat jentik Anopheles dengan Indeks Habitat 69,23%.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan pengendalian vektor dalam rangka menurunkan angka kasus malaria di Sulawesi Selatan. Hingga kini, malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.

ADVERTISEMENT
Baca Juga:  Hattrick Juara! SMAN 4 Barru Kembali Bersinar di FLS3N

Kabupaten Toraja Utara sendiri tercatat sebagai salah satu wilayah di Sulawesi Selatan yang belum memperoleh sertifikat eliminasi malaria. Kondisi ini berbeda dengan Kabupaten Tana Toraja yang telah menerima penghargaan eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan pada 2023 lalu.

Penggunaan insektisida rumah tangga diketahui menjadi salah satu metode untuk mencegah gigitan nyamuk. Namun, penggunaan yang berulang berpotensi menimbulkan resistensi sehingga diperlukan pemantauan berkala guna memastikan efektivitasnya.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU