- Advertisement -

Departemen PKIP FKM Unhas Perkuat Literasi Pencegahan Bullying Siswa SMP di Pulau Barrang Lompo

Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Barrang Lompo, Sabtu, 15 Oktober 2022.

Kegiatan ini sabagai salah satu rangkaian memeriahkan Dies Natalis FKM Universitas Hasanuddin ke-40.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Departemen PKIP FKM Universitas Hasanuddin mencakup 4 tim dengan tema yang berbeda-beda.

Salah satunya adalah edukasi oleh kelompok 2 mengenai Literasi Kesehatan tentang Pencegahan Bullying di SMP Negeri 28 Makassar.

“Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam upaya-upaya pencegahan bullying, utamanya di lingkungan sekolah,” ujar Dr Suriah, MKes.

BACA JUGA:  Prodi MARS, FKM dan SDGs Center Gelar Guest Lecturer dari University Of Leeds
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyuluhan ini dihadiri oleh Dr Suriah, SKM MKes dan Rizky Chaeraty Syam, SKM MKes selaku dosen pendamping, guru dan siswa SMP Negeri 28 Makassar, dan mahasiswa yaitu Wisnah, Nabilah, Suci Nurul Karunia Rahim, Abnia Misliah Zahra, dan Farhan Khaliq.

Kegiatan diawali dengan perkenalan anggota kelompok 2 dan penjelasan terkait dengan maksud dan tujuan dari penyuluhan yang dilakukan, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Dr Suriah, SKM MKes.

Ia berharap apa yang dijelaskan nantinya oleh tim penyuluh dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat bagi siswa/siswi SMP Negeri 28 Makassar.

BACA JUGA:  FKM Unhas Gelar Millenial Entrepreneurship Talk
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagian utama dari kegiatan ini adalah penyampaian materi dengan cara menampilkan power point terkait pengertian, jenis-jenis, dampak, dan cara pencegahan bullying.

Pre-test dan post-test dilakukan untuk melihat perbedaan tingkat pengetahuan siswa/siswi SMP Negeri 28 Makassar mengenai bullying sebelum dan sesudah menerima materi.

“Selain itu, juga dilakukan permainan edukatif berupa kuartet sebagai media literasi pencegahan bullying,” tutup Wisnah.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada pemenang kuartet dan siswa/siswi yang meraih nilai tertinggi pada pre-test dan post-test.

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: