BEM FEB Unibos Gelar Seminar Nasional, Bahas Problematika Ketenagakerjaan

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Bosowa (Unibos) menggelar Seminar Nasional dengan mengangkat tema Transformasi Pemulihan Ekonomi Nasional, Problematika Ketenagakerjaan di Aula Aksa Mahmud Lt 9 Kampus II Unibos. Kamis, 16 Desember 2021

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan fakultas Ekonomi Dr Arifuddin Mane, SH., SE., MH., MSi., turut dihadiri ketua program Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Indah Syamsuddin, SE., M Ak., dan Ketua program Studi Manajemen Indrayani Nur, SE., MSi.

Seminar ini juga menghadirkan Drs H Ashabul Kahfi M Ag Anggota DPR RI Komisi IX, Irwan Arifiyanto, SE., MSi., Binapenta dan PKK Kemenaker, dan H Muhammad Yusran Lalogau, S Pi., M Si yang mewakili Bupati Pangkep.

- Iklan -
Baca Juga:  IAIN Bone kembali 'Panen' Guru Besar, Kini Total 9 Gubes

Ketua Bem FEB Menjelaskan seminar ini dilaksanakan karena melihat kondisi perekonomian dan ketenagakerjaan yang mengalami penurunan kualitas pekerja dan penurunan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sehingga kami di lembaga melihat hal itu akhirnya membuka ruang diskusi sebagai titik terang dari problem ketenagakerjaan dan langkah pemulihan ekonomi nasional,” jelas Ariady.

Hal itu pula diselanggarakan dalam rangka program kerja rutin BEM FEB peserta sangat antusias dalam kegiatan kali melihat pertanyaan yang sangat banyak diajukan.

- Iklan -
Baca Juga:  Unpacti Makassar Berikan Pembekalan Bagi Mahasiswa KKN/P

“Harapan kami ruang ilmiah seperti ini dapat memberikan solusi kepada masyarakat dan tentunya menambah wawasan teman-teman mahasiswa,” pungkasnya.

Sementara itu Irwan Arifiyanto (Binapenta dan PKK Kemenaker) dalam pemaparan materinya mengajak untuk bersama-sama memulihkan ekonomi nasional yang terpuruk karena Covid 19 sesuai dengan bidang masing-masing.

“Saya berharap ke teman-teman yang masih mahasiswa agar meningkatkan kompetensi atau skill supaya dapat mempermudah dalam kita mencari pekerjaan,” katanya.

- Iklan -

“Sekarang ini kita butuh kompetensi skill bukan berarti harus bekerja secara formal tetapi bagaimana kita menciptakan lapangan kerja baru,” tutupnya.

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU