ADV A1

Berantas Kecemasan Pelajar Coronial Melalui Digital Edu

FAJAR Pendidikan

Pelajar coronial adalah pelajar, murid, dan siswa, serta mahasiswa yang menempuh pendidikan dan bersekolah di rumah masing – masing dengan metode yang berbeda dari sebelumnya, yaitu dengan belajar daring ( dalam jaringan).

Daring adalah sistem pembelajaran dalam jaringan yang dilakukan tanpa tatap muka. Metode baru tersebut terjadi akibat penyakit yang melanda negara kita tercinta, yaitu Indonesia. Merebaknya Virus Covid- 19 di Indonesia memiliki dampak yang sangat buruk bagi dunia pendidikan.

Para generasi muda bangsa merasakan dampak buruk bagi pendidikannya akibat pandemi yang sedang melanda. Hal ini memang bukan salah siapa- siapa, namun kenyataan tentang dampak buruk yang menimpa pendidikan anak bangsa adalah kenyataan yang sebenarnya.

Banyak sekali hal- hal janggal yang dirasakan oleh seluruh pelajar coronial. Pendidikan yang seharusnya dilaksakan secara efektif oleh seluruh anak ternyata malah sebaliknya, bahkan mereka terjebak akan masalah yang diakibatkan oleh dampak pandemi.

Masalah- masalah yang menimpa mereka menghambat proses pembelajarannya. Mereka yang seharusnya bisa fokus dengan belajar, malah terhambat dengan masalah yang mereka alami dalam belajar daring.

Salah satu kasus yang dialami oleh para pelajar coronial adalah kurangnya mengerti tentang metode daring yang dilaksanakan di sekolah mereka masing- masing. Biasanya mereka hanya t inggal datang ke sekolah, lalu mengikuti pembelajaran yang diberikan guru.

Sedangkan, sekarang para anak perlu menyiapkan banyak hal dan dipaksa oleh keadaan untuk mengerti begitu saja terhadap sarana dan prasarana belajar daring. Perubahan sarana belajar- mengajar dan perubahan sistem pembelajaran tersebutlah yang membuat mereka bingung untuk membiasakan diri dengan hal baru yang menghampiri.

Kasus yang dialami para pelajar coronial ini akan menimbulkan rasa cemas yang berlebihan. Kecemasan yang mereka rasakan akan semakin mempersulit kegiatan belajar mereka.

Bahkan rasa cemas yang berlebihan akan merusak kesehatan mental anak. Kecemasan ini diawali dengan hal baru yang membuat mereka bingung, kemudian kecemasan ini akan terus berjalan seiring berjalannya waktu.

Hal ini diakibatkan oleh pembelajaran yang sejak awal tidak anak pahami, karena ia tidak bisa mengi kuti pembelajaran secara baik akibat hal yang tidak mereka pahami sejak awal.

Kebenaran akan tingginya paham anak milenial akan teknologi pada zaman sekarang i tu memang t idak dapat dipungkiri, namun t idak semua anak milenial yang mengerti akan hal i tu. Ba hkan banyak anak yang pintar dalam bersekolah, namun ia tidak paham akan teknologi.

BACA JUGA :   Tidak Memiliki Teman di Masa Pandemi

Selain itu beberapa anak juga dibatasi oleh paham teknologi oleh orang tua sebelumnya, yang mana hal ini terjadi untuk menghindari kecanduan terhadap telepon pintar. Ketidakmerataan akan paham teknologi seluruh anak bangsa mengakibatkan banyak kendala dalam belajar daring.

Kasus- kasus ini harus segera ditangani, karena ketidakpahaman mereka akan teknologilah yang menjadi alasan terhambatnya pembelajaran anak di masa pandemi ini. Jika t idak diatasi , maka dunia pendidikan anak bangsa banyak yang akan terancam.

Hal ini harus ditangani secepatnya, jika t idak keefektifan pembelajaran daring pada masa pandemi akan semakin merosot dan akan membahayakan penerus bangsa.

Jadi, dengan permasalahan pendidikan yang dialami oleh pelajar coronial. Maka, perlunya suatu solusi inovatif untuk mengatasinya, yaitu melalui digital edu. Digital edu adalah suatu program mengedukasi dan memberikan tutor kepada seluruh pelajar coronial yang dilaksan akan secara daring oleh guru- guru setiap sekolah di seluruh Indonesia.

Digital edu bertujuan untuk memberikan wadah edukasi kepada seluruh anak- anak bangsa yang merasakan perubahan dalam dunia pendidikannya, baik dalam pelaksanaan belajar – mengajar, serta perubahan suasana di dunia pendidikan anak.

Yang mana program ini akan menjadi solusi terbaik untuk memberantas kecemasan anak dalam menghadapi kesulitan dalam metode pembelajaran yang baru. Tentunya hal ini akan mempermudah anak dalam memahami dan membiasa kan dirinya terhadap hal yang baru.
Digital edu memiliki berbagai jenis kegiatan.

Hal ini akan disesuaikan akan kebutuhan anak di setiap sekolah. Adapun jenis – jenis kegiatan dari program ini yang pertama, yaitu kegiatan mengenalkan metode pembelajaran daring. Pada kegiatan pertama , anak – anak akan diperkenalkan dengan motode baru yang digunakan oleh sekolah.

Metode baru ini akan diperkenalkan dengan cara sederhana untuk membantu siswa lebih mudah memahaminya. Kegiatan ini sangatlah penting untuk memberikan awal yang baik bagi para siswa tentang pembelajaran daring yang akan mereka tempuh.

Kegiatan yang selanjutnya, yaitu wadah sosialasi hal- hal yang menjadi hambatan murid. Kegiatan ini tak kalah penting dengan kegiatan sebelumnya. Tahap kegiatan ini akan m emberikan wadah pelajar untuk curhat kepada guru atau dosennya akan kecemasan yang mereka rasakan

saat menghadapi sistem pembelajaran baru. Melalui tahap ini, guru dan siswa akan saling memahami.

BACA JUGA :   Restrukturisasi Demokrasi di Tengah Siklon Regresi

Jenis kegiatan pada digital edu yang terakhir , yaitu kegiatan memberikan tutor tentang sarana dan prasarana yang digunakan sekolah. Misalnya, Aplikasi Clasroom, Aplikasi Zoom, Aplikasi Meet, dan E – lerning sekolah, serta lain sebagainya.

Nah, disini para guru akan mem berikan tutor, yaitu dari pembuatan akun hingga cara menggunakan seluruh fitur di setiap sarana aplikasi atau website yang digunakan sekolah sebagai media belajar daring.

Program ini akan dilaksanakan secara daring, agar t idak melanggar peraturan tentang pembelajaran di masa pandemi . Digital edu bisa diadakan dengan menggunakan aplikasi yang disesuaikan oleh setiap sekolah. Pelaksanaan pro gram ini dilakukan secara seder hana untuk mengatasi kebingungan para pelajar . Selain i tu, pengumuman program digital edu akan disebarkan oleh guru melalui ruang obrolan kelas, serta pada pengumuman akan dilampirkan tahapan penggunaan aplikasi pendukung program.

Program digital edu dilaksanaka n saat MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ) secara daring oleh seluruh siswa baru. Pelaksanaan ini akan disesuaikan oleh sekolah tanpa mengganggu kegiatan MPLS siswa. Selain i tu, digital edu juga dilaksanakan saat adanya pembaru an pada sistem belajar- mengajar. Hal ini dilakukan, agar pelajar t idak merasa bingung akan pembaruan sistem belajar. Program ini dapat dilaksana kan dengan dukungan guru ataupun dosen.

Jadi, merebaknya Virus Covid- 19 di Indonesia memili dampak yang sangat buruk bagi dunia pendidikan. Para pelajar coronial merasakan dampak tersebut. Salah satunya adalah kurangnya mengerti tentang metode ataupun s istem daring yang dilaksanakan sekolah mer eka masing- masing akibat pandemi. Perubahan sarana belajar – mengajar dan perubahan sistem pembelajaran tersebutlah yang membuat mereka bingung untuk membiasakan diri dengan hal baru yang menghampiri. Apalagi t idak s emua pelajar atau anak milenial yang mengerti akan teknologi, sedangkan dalam belajar daring i tu sangat dibutuhkan.

Nah, hambatan yang dirasakan oleh pelajar coronial ini dapat diatasi oleh digital edu. Jadi, digital edu akan memberikan tutor dan memberikan edukasi tentang belajar daring kepada seluruh pelajar, yang mana pelaksanaan ini dapat didukung oleh peran gur u dan dosen. Program ini tentunya akan menjadi batu loncatan oleh para pelajar coronial. Serta , dapat menjadi solusi inovatif untuk memerangi krisis pendidikan yang terjadi di masa pandemi.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI