Berkembangnya Destinasi Wisata Raja Ampat yang menjadi Pilihan Liburan Keluarga

FAJAR Pendidikan

Melakukan wisata tour menjadi salah satu cara yang bisa kita manfaatkan untuk menghibur diri Bersama keluarga di tengah rumitnya lika – liku kehidupan yang kita jalani.

Hal ini menandakan bahwa Kesehatan jasmani dan rohani sangat di perlukan meskipun hanya hiburanya hanya beberapa saat saja.

Ada banyak pilihan destinasi wi-*sata yang bisa kita tuju, salah satunya adalah tour raja ampat yang sangat menarik.

Dikutip dari Wikipedia bahwa Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung Pulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Banyaknya destinasi wisata yang berkembang di pulau raja ampat ini bisa mendongkrak perekonomian warganya, bahkan hingga kini keberadaanya menjadi opsi terbaik untuk wisata tour raja ampat.

Layaknya yang kelihatan di Daerah Sawinggrai, beberapa masyarakat manfaatkan tempat tinggalnya sebagai home stay pakai biaya yang cukup dapat dijangkau. Harga bisa sekitar Rp 500 ribu atau lebih.

Masyarakat di tempat populer benar-benar ramah pada pelancong yang bertandang ke sana. Bahkan juga bocah-bocah di tempat diberikan untuk menyongsong beberapa pelancong pakai beragam nyanyian pakai memakai alat musik ukulele dan tifa.

Sementara di Piaynemo, masyarakat di tempat menawarkan kepiting kenari yang hidup dan kelapa muda. Bila setelah naiki pucuk Piaynemo, pelancong dapat beli dan nikmati segarnya air kelapa muda di pelabuhan Piaynemo yang dipasarkan perbuah lebih murah.

Kabarnya, kepiting kenari rasanya benar-benar oke dan rasa dagingnya seenak melahap lobster. Kepiting kenari sendiri dipasarkan Rp 200 ribuanyang memiliki ukuran kecil.

Saat singgah Daerah Sauwandarek, masyarakat di tempat menawarkan kelapa muda, tetapi harga sedikit tidak mahal. Dan, untuk mencicip satu cangkir kopi disitu harga tidak jauh berbeda pakai di wilayah yang lain di Papua, cuma Rp 5 ribu saja.

Setelah Sauwandarek, spot paling akhir adalah Pantai Friwen, pantai yang tawarkan beningnya air laut dan pasir yang demikian halus. Di Pantai Friwen, pelancong dapat melahap gurihnya pisang goreng didampingi satu cangkir kopi, atau untuk yang sangat lapar, dapat sekalian nikmati mie seduh. Masyarakat di tempat menjualnya pakai harga yang relatif tidak mahal, pisang goreng Rp 2 ribu, kopi Rp 5 – 10 ribu dan mie seduh Rp 10 ribu.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI