BNNK Palopo Gelar Sosialisasi Program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Rapat Koordinasi Program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kel. Pontap Kec. Wara Timur, Kota Palopo dilaksanakan Senin, 12 Oktober 2020 yang dihadiri Yohannis Patandean, SE (KASI Pemberantasan BNNK Palopo), Andi Werru, SH, Ahmad Zulfikar, dan Saenal Rasyid.

Kegiatan ini dihadiri 20 orang yang merupakan masyarakat, kader, tokoh masyarakat dan melibatkan salah satu mahasiswa magang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas untuk ikut terjun langsung ke masyarakat.

Baca Juga:  Tim Mahasiswa dan Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin Mengadakan Program Psikoedukasi Penyalahgunaan Obat Resep di UPT SMPN 2 Galesong Utara

Rapat Koordinasi Program Rehabilitasi ini dilaksanakan di RW IV/ RT 1 Kel. Pontap dengan menerapkan protokol kesehatan.

- Iklan -

Dalam penyampaiannya Saenal Rasyid menyampaikan kepada masyarakat kegiatan berbasis intervensi ini merupakan kegiatan lanjutan terhadap penyalahguna narkoba yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk masyarakat.

“Maka dari itu, perlu ditingkatkan koordinasi antara BNNK Palopo dan masyarakat sebagai perpanjangan tangan BNNK dan sebagai bentuk pemberdayaan sumber daya lokal (SDM, Sarpras, Anggaran),” jelasnya.

Senada dengan itu, Andi Werru juga menjelaskan rehabilitasi merupakan layanan gratis yang diperuntungkan untuk penyalahguna narkoba.

- Iklan -
Baca Juga:  Tim Mahasiswa dan Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin Mengadakan Program Psikoedukasi Penyalahgunaan Obat Resep di UPT SMPN 2 Galesong Utara

“Maka dari itu jangan pernah takut untuk melaporkan hal ini,” ucap Andi Werru.

Selain itu, Program Rapat Koordinasi Rehabilitasi Berbasis Masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan jangkuan, aksebilitas, dan akseptabilitas layanan masyarakat.

Meningkatkan kewaspadaan dan partisipasi masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba perlu diperhatikan.

- Iklan -

Masyarakat diimbau agar tidak takut meloporkan jika ada kasus di sekitar lingkungan mereka dan menekan stigma buruk terhadap pecandu.(*)

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU