Cara Menghadapi Curhatan Agar Tidak Hanya Bilang Sabar dan Semangat

Bercerita kepada orang lain atau yang sering dikatakan dengan sebutan curhat. Curhat kepada orang lain baik kepada keluarga, sahabat, teman ataupun orang-orang terdekat lainnya juga memiliki beberapa kendala dalam menanggapi cerita kita dan hanya bisa mengucapkan sabar dan semangat.

Walupun kata itu cukup membantu. Namun,  sejujurnya hal itu sudah diketahui masing-masing dari kita dari kita. yaitu harus tetap sabar dan semangat.

Entah respon yang membingungkan atau hanya mengatakan iya..iya…iya.. saja. Ketika kita dihadapkan pada permasalahan akan ada beragam cara untuk mengatasinya atau sekadar bercerita agar perasaan lega.

Pasti kita ingin didengarkan dan dikuatkan oleh orang terdekat atas perasaan kita, namun terkadang jawabannya cuma sabar atau semangat.

Memang benar adanya ketika menghadapi masalah harus sabar dan semangat namun yang kita butuhkan lebih dari itu. Nah mulai kini lakukanlah lima tips ini ketika menanggapi curhatan teman, rekan kerja, atau orang terdekat lainnya selain bilang sabar dan semangat

1. Sampaikan simpatimu terhadap masalahnya

Usai mendengarkan dengan baik apa yang disampaikannya, tunjukkan bahwa berada di posisinya memang sulit dan memakan energi. Yakinkan bahwa kamu memahami apa yang dirasakannya sungguh menguras hati karena apa yang dialaminya pasti tidak mudah baginya. 

Contohnya “aku tahu ini memang berat bagimu apalagi ditinggal orang yang kita sayang, pasti rasanya menyesakkan”. Dengan menyampaikan hal tersebut, dia akan merasa bahwa ada orang lain yang memahami dirinya saat kalut. 

2. Apresiasi dia yang mau berbagi cerita  

Berikan apresiasi padanya karena mau berbagi cerita denganmu sehingga kamu tahu bahwa dia sedang tidak baik-baik saja. Hal ini membuatmu tahu bagaimana memposisikan diri. Disamping itu dengan dia bercerita, maka emosi yang dirasakannya akan tersalurkan dan membuat perasaannya lega. 

Kalimat yang bisa kamu sampaikan ketika mendapatkan curhatan yakni “terimakasih ya kamu sudah mau bercerita jadi aku tahu kamu sedang tidak baik-baik saja dan silahkan luapkan emosimu agar kamu lebih lega”. 

3. Fokus pada masalahnya bukan membandingkan dengan lainnya

Setelah dia menyampaikan semua permasalahan beserta luapan emosinya, kamu yang mendengarkan dengan seksama, mencoba untuk merincikan permasalahannya agar lebih fokus dan tidak melebar. Konfirmasi lagi tentang poin-poin masalah agar terarah untuk mencari akar dan solusi yang tepat. 

Kamu bisa katakan padanya “Oh jadi inti dari permasalahannya, kamu merasa kekasihmu berubah sikap karenamu yang selalu menuduhnya selingkuh padahal nyatanya kamu tidak bisa membuktikan. Coba kenapa kamu menganggap kekasihmu selingkuh, apa selama ini kamu overthinking?”

4. Berikan opinimu dengan bahasa yang menenangkan 

Etika dalam beropini ketika teman sedang curhat adalah memberikannya pertimbangan dari berbagai pilihan solusi. Jangan mengarahkannya melakukan satu hal yang dikhawatirkan tidak sesuai dengan dirinya.

Alasannya tentu kamu dan dia merupakan pribadi yang berbeda sehingga ketika melakukan hal yang sama sekalipun, pasti hasilnya akan ada yang berbeda. Jadi, biarkan dia memilih jalan yang menurutnya baik dan kamu mendukung apapun keputusannya. 

5. Kuatkan dia sembari menunjukkan kesiapan untuk membantu jika dibutuhkan

Setelah dia memutuskan akan memilih jalan yang ditempuh untuk mengatasi permasalahannya, kuatkan dia bahwa semua akan baik-baik saja. Yakinkan dia atas apa yang akan dilakukannya pasti pilihan yang tepat serta konsekuensi yang akan diterimanya. Selain itu, katakan jika kamu bersedia membantu jika memang dibutuhkan sehingga dia tidak akan sendirian mengatasi masalahnya. 

Selamat menjadi pendengar yang baik. Karena pendengar yang baik juga bisa menjadi pencerita yang baik.

- Advertisement -

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- Advertisment -

TERKINI