Tuesday, September 22, 2020

COVID 19, Bisa Sembuh dengan Qur’anic Immunity

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebuah hasil penelitian’ yang dilakukan Nasrullah, penulis buku Magnet Rezeki, dan mengajarkan Al-Qur’an untuknkehidupan, terhadap pasien corona. Dari total Pasien Dalam Pengwasan (PDP), yang dirawat di Rumah Sakit, lebih dari 95 % berhasil sembuh atau pulang ke rumah, dengan metode Qur’anic Immunity.

Diantaranya Prod.Dr. Ir. Idrus Paturusi, Guru Besar, dan mantan Rektor Unhas, membuktikan metode tersebut. Demikian Andi Darussalam Tabusalla. Tokoh sepak bola nasional ini, sempat dirawat selama 16 hari. Kepulangannya ke rumah, disambut sangat antusias. Karena secara kondisi kesehatannya, sangat rentan dengan corona yang menyerangnya.

Apalagi usia Mantan Manejer Timnas Indonesia itu sudah mencapai 70 tahun. Riwayat darah tinggi, sudah 30 tahun menderita diabetes, 15 tahun suntic insulin, operasi ginjal karena CA, 5 tahun cuci darah. Dahsyat, namun komentator sepakbola yang rutin menghiasi layar kaca tv di tahun 1990an itu, berhasil menaklukkan wabah mematikan, virus corona.

Atas keberhasilannya, penelitianbya tersebut dia akhirnya memberikan konsultasi jarak jauh, kepada pasien PDP, menggunakan metode terapi Al-Qur’an. Dari 30 PDP yang dikonsul tersebut, 29 orang sembuh, hanya satu orang yang meninggal.
Karena itu, dia menyarankan, agar PDP, menggunakan metode Qur’anic Immunity. Itu bagi ummat Muslim yang mengimami Al-Qur’an.

Pilihan PSBB yang diterapkan Pemerintah, menurut Nasrullah, bukanlah solusi akhir. Karena sangat tidak ideal dan rentan menimbulkan dampak sosial. Karena itu, dia menyarankan, selain PSBB, sebaiknya menerapkan Herd Immunity.

Bukan Vaksin

Nadrullah memprediksi, mungkin sampai dua tahun ke depan covid -19, akan tetap menjadi “bahaya” yang mengintai. Bagi dia, yang diperlukan menghadapinya, bukan vaksin. Karena menunggu vaksin, katanya, adalah bentuk kekalahan. Selain waktunya yang tidak bisa diprediksi, dengan vaksin juga harus mengeluarkan biaya mahal, yang ditanggung rakyat Indonesia. Ditambah lagi dengan dampak ekonomi, rakyat habis habisan dengan masa menunggu.

Dia menyarankan , semua pihak terutama pemimpin sosial, harus berfikir tentang “titik terang” tersebut. Dibanding dengan kampanye stay at home, harus ada kampanye lainvyang bernuansa solusi. “Bukan berarti, kampanye stay at home tidak bermanfaat, namun lebih menatap solusi lain”, ujarnya dalam tulisannya yang dishare ke umum. (P/ana).

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sambut HUT Ke–75 TNI, Personel Lantamal VI Donor Darah di Kodam XIV/HSN

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Menyambut HUT ke -75 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Personel Lantamal VI terdiri dari Personel militer 71 orang dan PNS...

Danlantamal VI Terima Kunjungan Pangdivif 3 Kostrad Di Mako Lantamal VI

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP, menyambut kunjungan...

Donor Darah Dalam Rangka HUT Ke-75 TNI TA. 2020 Di Lantamal VI

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Bersinergi dan berbagi dengan memberikan bantuan kepada masyarakat selalu menjadi tradisi peringatan HUT TNI setiap tahunnya. Begitu juga...

KKLP Covid-19 Ditarik Secara Daring, Plt Ketua STKIP Bone Apresiasi Tim Pelaksana

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone selama dua bulan telah resmi...

OPINI : Polemik PSBB Dan PSBM

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa berimplikasi luas. Termasuk kemungkinan bertambahnya kelompok masyarakat yang...

REKOMENDASI