Wednesday, July 8, 2020

COVID 19, Bisa Sembuh dengan Qur’anic Immunity

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebuah hasil penelitian’ yang dilakukan Nasrullah, penulis buku Magnet Rezeki, dan mengajarkan Al-Qur’an untuknkehidupan, terhadap pasien corona. Dari total Pasien Dalam Pengwasan (PDP), yang dirawat di Rumah Sakit, lebih dari 95 % berhasil sembuh atau pulang ke rumah, dengan metode Qur’anic Immunity.

Diantaranya Prod.Dr. Ir. Idrus Paturusi, Guru Besar, dan mantan Rektor Unhas, membuktikan metode tersebut. Demikian Andi Darussalam Tabusalla. Tokoh sepak bola nasional ini, sempat dirawat selama 16 hari. Kepulangannya ke rumah, disambut sangat antusias. Karena secara kondisi kesehatannya, sangat rentan dengan corona yang menyerangnya.

Apalagi usia Mantan Manejer Timnas Indonesia itu sudah mencapai 70 tahun. Riwayat darah tinggi, sudah 30 tahun menderita diabetes, 15 tahun suntic insulin, operasi ginjal karena CA, 5 tahun cuci darah. Dahsyat, namun komentator sepakbola yang rutin menghiasi layar kaca tv di tahun 1990an itu, berhasil menaklukkan wabah mematikan, virus corona.

Atas keberhasilannya, penelitianbya tersebut dia akhirnya memberikan konsultasi jarak jauh, kepada pasien PDP, menggunakan metode terapi Al-Qur’an. Dari 30 PDP yang dikonsul tersebut, 29 orang sembuh, hanya satu orang yang meninggal.
Karena itu, dia menyarankan, agar PDP, menggunakan metode Qur’anic Immunity. Itu bagi ummat Muslim yang mengimami Al-Qur’an.

Pilihan PSBB yang diterapkan Pemerintah, menurut Nasrullah, bukanlah solusi akhir. Karena sangat tidak ideal dan rentan menimbulkan dampak sosial. Karena itu, dia menyarankan, selain PSBB, sebaiknya menerapkan Herd Immunity.

Bukan Vaksin

Nadrullah memprediksi, mungkin sampai dua tahun ke depan covid -19, akan tetap menjadi “bahaya” yang mengintai. Bagi dia, yang diperlukan menghadapinya, bukan vaksin. Karena menunggu vaksin, katanya, adalah bentuk kekalahan. Selain waktunya yang tidak bisa diprediksi, dengan vaksin juga harus mengeluarkan biaya mahal, yang ditanggung rakyat Indonesia. Ditambah lagi dengan dampak ekonomi, rakyat habis habisan dengan masa menunggu.

Dia menyarankan , semua pihak terutama pemimpin sosial, harus berfikir tentang “titik terang” tersebut. Dibanding dengan kampanye stay at home, harus ada kampanye lainvyang bernuansa solusi. “Bukan berarti, kampanye stay at home tidak bermanfaat, namun lebih menatap solusi lain”, ujarnya dalam tulisannya yang dishare ke umum. (P/ana).

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI