- Advertisement -

Daftar Perusahaan yang Hentikan Bisnis di Rusia

Sejumlah perusahaan makanan dan minuman mulai menutup bisnisnya di Rusia. Keputusan itu diambil menyusul invasi Rusia ke Ukraina. Berikut daftar perusahaan besar yang tutup tersebut:

1. McDonald’s

McDonald’s mengumumkan akan menutup sementara 850 gerai di Rusia. Keputusan itu muncul hampir dua minggu setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beberapa hari terakhir, McDonald’s dihujani kritik karena tak ambil sikap atas serangan Rusia ke Ukraina. Cabang di Rusia dan Ukraina menyumbang 2% dari penjualan di seluruh jaringan McDonald’s, sekitar 9% dari pendapatannya dan 3% dari pendapatan operasionalnya.

McDonald’s juga telah lama memainkan peran simbolis di Rusia. Restoran cepat saji ini membuka gerai pertamanya di Uni Soviet 32 tahun lalu, beberapa bulan sebelum negara itu runtuh.

BACA JUGA:  Jadwal Pencairan Gaji 13 dan THR PNS Tahun 2023

“Dalam tiga puluh tahun lebih McDonald’s beroperasi di Rusia, kami telah menjadi bagian penting dari 850 komunitas tempat kami beroperasi,” tulis Kempczinski dalam suratnya dikutip dari CNBC, Rabu (9/3/2022).

2. Coca -Cola

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seperti dikutip dari BBC, Coca-Cola menyatakan pihaknya menangguhkan operasi di Rusia, yang menyumbang sekitar 2% dari pendapatan dan pendapatan operasional perusahaan. Coca-Cola juga memiliki sekitar 20% saham di bisnis pembotolan dan distribusi di Rusia.

“Hati kami bersama orang-orang yang menanggung dampak buruk dari peristiwa tragis di Ukraina ini,” kata perusahaan.

“Kami akan terus memantau dan menilai situasi seiring perkembangan keadaan,” sambungnya.

3. Starbucks

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Starbucks juga mengumumkan akan menghentikan semua aktivitas bisnis di negara tersebut, termasuk pengiriman produk Starbucks. Pemegang lisensi rantai kopi di negara itu untuk sementara akan menutup lebih dari 100 toko yang beroperasi di sana.

BACA JUGA:  Ini Sederet Risiko Gagal Bayar Pinjaman Online yang Perlu Dipertimbangkan

Pemegang lisensi, Alshaya Group yang berbasis di Kuwait, akan terus membayar sekitar 2.000 karyawannya. Starbucks mengatakan akan terus memberikan dukungan kepada hampir 2.000 mitra di Rusia yang bergantung pada Starbucks untuk mata pencaharian mereka.

4. Pepsi

Dikutip dari Reuters, Pepsi bersama Coca-Cola menangguhkan penjualan minuman bersodanya di Rusia. Pepsi, merupakan satu dari sedikit produk yang diizinkan di Uni Soviet sebelum runtuh. Meski begitu, Pepsi menyatakan, akan terus menjual kebutuhan sehari-hari, seperti susu dan produk susu lainnya, susu formula dan makanan bayi, di Rusia.

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: