Barru – Malam itu, deru mesin truk yang melaju dari Makassar menuju Sengkang mendadak terhenti. Bukannya tiba di tujuan, kendaraan bernomor polisi DP 8004 AL justru terguling di tanjakan curam Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, tepatnya di jalan poros Barru–Soppeng, Kamis (4/9/2025) dini hari.
Truk bermuatan minuman kemasan Nestlé tersebut berangkat dari Makassar sejak Rabu sore. Namun sekitar pukul 01.00 WITA, sopir menghubungi pemilik kendaraan untuk menyampaikan kabar buruk: mobil ekspedisi itu mengalami kecelakaan di jalur rawan tersebut.
Saat mencoba menaklukkan tanjakan tinggi yang dipenuhi lubang, tenaga truk tak lagi mampu mendorong beban berat. Seketika, kendaraan terguling di jalan yang memang kerap menjadi momok bagi pengemudi.

“Saya kira mobil lewat Parepare, ternyata lewat sini. Jalannya sangat tinggi dan berlubang,” ungkap pemilik kendaraan, H. Kahir, kepada Fajar Pendidikan.
Meski muatan tertahan dan kendaraan ringsek, sang sopir beruntung selamat tanpa luka sedikit pun. “Alhamdulillah, sopirnya aman, tidak terjadi apa-apa,” tambah H. Kahir dengan nada lega.
Untuk sementara, muatan diputuskan dibawa pulang kembali sambil menunggu alat berat yang bisa menarik kendaraan keluar dari lokasi. H. Kahir berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalur tersebut. “Mobil kecil saja kadang sulit untuk naik,” keluhnya.
Seorang warga setempat juga mengeluhkan kondisi jalan di tanjakan itu. Ia menyebut, perbaikan memang sempat dilakukan tahun lalu, tetapi hanya bertahan sebentar. “Cuma sebentar bagus, habis itu hancur lagi,” tuturnya.
Kecelakaan ini menambah panjang daftar kendaraan ekspedisi yang tergelincir di jalur poros Barru–Soppeng, terutama di Desa Harapan. Kombinasi antara jalan rusak, tanjakan curam, dan muatan berat menjadikan jalur ini momok bagi para sopir, terutama saat malam hari ketika penerangan minim.
Hengki
