- Advertisement -

Doa Memohon Ampun Para Nabi yang Dapat Diamalkan Setelah Shalat

Doa Memohon Ampun Para Nabi yang Dapat Diamalkan Setelah Shalat, Dalam mengerjakan satu amalan adapun harus di awali dengan doa, Semua manusia tentu pernah melakukan kesalah hingga doa yang di alaminya.

Oleh karena ini, berikut ini beberapa doa yang di terapkan para nabi yang juga dapat di amalkan dalam memohon ampun kepada Allah Subhana Wata’ala.

Doa Memohon Ampun Para Nabi yang Dapat Diamalkan Setelah Shalat

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berikut lafal doa memohon ampun Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa atau pengakuan kesalahan keduanya yang diabadikan dalam surat Al-A‘raf.

Rabbanā zhalamnā anfusanā. Wa illam taghfir lanā wa tarhamnā, lanakūnanna minal khāsirīna.

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Kau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk hamba-Mu yang merugi.” (Q.S. Al-A‘raf ayat 23)

BACA JUGA:  Renungan Harian Kristen, Senin 16 Januari 2023: Panggilan Allah yang Sesungguhnya
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Selain itu, Nabi Yunus a.s. melafalkan doa pertobatan ini dalam tiga kegelapan, yaitu kegelapan malam, kegelapan di bawah permukaan laut, dan kegelapan dalam perut ikan.

Lā ilāha illā anta. Subhānaka innī kuntu minaz zhālimīna.

Artinya:

“Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al-Anbiya ayat 87)

Berikut doa yang bisa diamalkan untuk memohon ampunan kepada Allah yang dibaca setelah salat lima waktu. Doa ini dibaca setelah salat supaya mendapat ampunan dari Allah Swt.

Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhirah. Walhamdulillahi rabbil ‘alamn.Artinya,

“Ya Allah, sungguh, aku memohon kepada-Mu maaf dan kekuatan pada agama, dunia, dan akhirat. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

BACA JUGA:  Kelender Liturgi Kamis 19 Januari 2023, Lengkap Bacaan Doa Harian
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Adapula doa yang bisa diamalkan setelah membaca tasyahud akhir dan sebelum salam.

Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman katsīran (tercatat “kabīran” pada sebagian riwayat), wa lā yaghfirud dzunūba illā anta, faghfir lī maghfiratan min ‘indika, warhamnī, innaka antal ghafūrur rahīmu.Artinya,

“Tuhanku, sungguh aku telah menganiaya diri sendiri dengan penganiayaan yang banyak (sebagian riwayat ‘yang besar’). Tiada yang dapat mengampuninya kecuali Engkau. Anugerahkanlah ampunan dari sisi-Mu. Rahmatilah aku. Sungguh, Kau maha pengampun, lagi maha penyayang.” (HR Bukhari dan Muslim)

_______

Sumber : Bola.com

Bagikan

BACA JUGA:

18 Contoh Pembukaan Ceramah Singkat, Arab, Latin, Penuh Makna dan Sederhana

18 Contoh Pembukaan Ceramah Singkat, Arab, Latin, Penuh Makna dan Sederhana, Pada saat menjadi penceramah, kamu tentu perlu mempersiapkan materi sebelumnya agar penyampaian ceramah...

Amalan Hari Jumat yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW

Ada sebuah amalan ringan yang sering dilakukan Nabi Muhammad SAW di hari Jumat. Amalan ini begitu ringan, tapi banyak orang yang tidak menyadari keutamaannya....

3 Persiapan Menyambut Ramadhan, Salah Satunya Fisik yang Sehat

Ada 3 Persiapan Menyambut Ramadhan. Para salafus saleh terdahulu, setiap menjelang Ramadhan mereka melakukan persiapan luar biasa. Bagaimana keadaan salafus saleh menyambut bulan agung tersebut?...

Renungan Harian Katolik, Rabu 14 September 2022: Anak Manusia Harus Ditinggikan

Renungan Harian Katolik hari ini, Rabu 14 September 2022 berjudul: “Anak Manusia Harus Ditinggikan”. Renungan Harian Katolik hari ini, Rabu 14 September 2022 dikutip dari...

Memasuki Bulan Muharram 1443 H, Simak Jadwal Puasa Sunah

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Memasuki tahun baru Hijriah yang di sebut bulan Muharram, tahun baru Islam 1443 H. Tidak sedikit bagi umat islam yang menyambut bahagia...

POPULER