Ibadah haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat kemampuan. Salah satu rangkaian utama dalam pelaksanaannya adalah tawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Dalam prosesi ini, jemaah akan melewati sebuah batu mulia bernama Hajar Aswad, yang berada di salah satu sudut Ka’bah.
Keistimewaan Hajar Aswad membuat banyak jemaah memiliki kerinduan untuk dapat menyentuh atau menciumnya. Dalam Islam, terdapat bacaan doa yang dianjurkan ketika melihat, menyentuh, atau mencium Hajar Aswad sebagai bentuk penghambaan dan pengagungan kepada Allah SWT.
Apa Itu Hajar Aswad?
Mengutip keterangan dari NU Online, Hajar Aswad diyakini sebagai batu yang berasal dari surga. Pada mulanya, batu ini berwarna putih bersih seperti salju, namun berubah menjadi hitam akibat dosa-dosa manusia.
Hal tersebut dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas:
“Hajar Aswad turun dari surga dalam keadaan lebih putih daripada susu, lalu menjadi hitam karena dosa-dosa anak cucu Adam.”
(HR. At-Tirmidzi)
Hajar Aswad terletak di sudut timur Ka’bah dan menjadi penanda dimulainya tawaf. Rasulullah SAW diriwayatkan selalu mencium Hajar Aswad ketika memasuki Masjidil Haram. Amalan ini kemudian diikuti para sahabat, meskipun hukumnya sunah, bukan kewajiban.
Bacaan Doa Saat Menyentuh atau Mencium Hajar Aswad
Bagi jemaah yang memiliki kesempatan menyentuh atau mencium Hajar Aswad, Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa berikut:
Arab:
بِسْمِ اللهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ، وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ، وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Latin:
Bismillâhi wa-Llâhu akbar. Allâhumma îmânan bika, wa tashdîqan bikitâbika, wa wafâ’an bi ‘ahdika, wat-tibâ’an li sunnati nabiyyika Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, aku melakukan ini sebagai wujud iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, menepati janji-Mu, dan mengikuti sunah Nabi-Mu Muhammad SAW.”
7 Keutamaan dan Fakta Istimewa Hajar Aswad
Berdasarkan berbagai riwayat, Hajar Aswad memiliki sejumlah keutamaan, di antaranya:
- Islam menganjurkan jemaah yang mampu untuk mencium atau menyentuh Hajar Aswad.
- Letaknya berada di tempat paling mulia di muka bumi, yakni di sudut Ka’bah.
- Menjadi titik awal pelaksanaan tawaf.
- Disebut sebagai “tangan Allah di bumi”, sehingga menyentuhnya diibaratkan bersalaman dengan Allah SWT, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Ibnu Majah.
- Hajar Aswad memiliki cahaya yang besar dan istimewa.
- Pada hari kiamat, Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi orang-orang yang pernah menyentuhnya dengan penuh keimanan.
- Hajar Aswad akan memberikan syafaat bagi kaum muslim, dan syafaat tersebut diterima oleh Allah SWT.
Hajar Aswad bukan sekadar batu, melainkan simbol ketaatan, iman, dan pengingat hubungan spiritual antara hamba dan Sang Pencipta. Oleh karena itu, kesempatan berada di dekatnya hendaknya dimaknai dengan penuh ketundukan dan keikhlasan.
Wallâhu a‘lam.
