Fakta-fakta Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Pegunungan Alpen Swiss

FAJAR Pendidikan

Fakta-fakta sungai Aare, Sungai Terpanjang di Pegunungan Alpen Swiss. Sungai Aare, atau  nama lain Sungai Aar, merupakan sungai terpanjang di Pegunungan Alpen Swiss. Mengaliri area seluas 17.780 km² atau 6.865 mi², sekitar 183 mil dari sumber glasial di Pegunungan Alpen Bernese dekat Danau Grimsel. Aliran air melintasi ngarai yang dalam, hingga jurang Aare sedalam 200 meter.

Di balik pesonanya, muncul kabar duka dari Sungai Aare. Putra sulung Ridwan Kamil, Emmiril Khan Mumtadz, hilang terseret arus saat berenang di sungai tersebut. Saat ini tim SAR dan kepolisian setempat tengah mencari jejak Emmiril di sana.

BACA JUGA :   Polemik Penghapusan Honorer, MenPAN-RB : Bukan Secara Massal

Fakta-fakta sungai Aare

Sungai Aare bermuara di Bernese Alps, pada bagian utara-tengah pegunungan tertinggi di Eropa. Di sinilah Aare membuktikan dirinya lebih dari sekadar sungai, karena menarik ribuan wisatawan setiap tahun ke jalan lintas melalui ngarai.

Melewati Meiringen, dekat Brienz, sungai meluas ke Danau Brienz. Di dekat ujung barat danau itu secara tidak langsung menerima anak sungai penting pertamanya, Lütschine, di tepi Danau Brienz.

Setelah mencapai danau Thun dan Brienz yang saling berhubungan, pelancong disuguhi pemandangan puncak Alpine yang mempesona. Untuk menyeberangi sungai, terdapat jembatan kayu yang indah dan berdiri di atas fondasi beton. Dari jembatan ini, terhampar pemandangan indah dari atas air sungai yang bening kehijauan. Jembatan besar tersebut jadi salah satu daya tarik banyak wisatawan.

BACA JUGA :   Kominfo Ancam Blokir Perusahaan Internet dan Aplikasi Digital

Jembatan Schonausteg inilah yang digunakan banyak orang untuk lompat dan berenang ke sungai. Sungai Aare memiliki warna hijau muda segar, pertanda kondisi air sehat dan bersih. Pada musim panas, orang-orang akan melompat ke Aare dan mengapung di sana, menikmati pemandangan kota yang megah. Berenang di Aare adalah kegiatan resmi dalam daftar tradisi Swiss UNESCO.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI