Kamis, Februari 25, 2021

Gandeng Penerbit ANDI, STIE Nobel Indonesia Gelar Workshop Penulisan Buku Ajar Standar Internasional

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia bekerja sama dengan Nobel Indonesia Institute (NII), Nobel Press, dan penerbit ANDI, mengadakan workshop penulisan buku ajar dan buku teks ber-ISBN (International Standard Book Number), dirangkaikan dengan penandatanganan MoU dengan pihak penerbit ANDI, Kamis, 18 Februari 2021. 

Workshop yang digelar via virtual ini diikuti kurang lebih 45 peserta, terdiri dari para dosen STIE Nobel Indonesia dan pihak eksternal. Acara dibuka secara resmi oleh ketua STIE Nobel Indonesia, Dr. H. Mashur Razak, S.E., M.M.

Mashur Razak berharap, workshop ini bisa ditindaklanjuti sehingga dosen bisa menulis buku dan menerbitkannya.

“Semoga pengalaman ini mampu dimaksimalkan para dosen untuk lebih giat menulis buku dan menerbitkannya,” harapnya.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh ketua STIE Nobel Indonesia, didampingi oleh  Wakil Ketua II, Bidang Administrasi dan Kerja Sama, Ridwan, S.E., M.Si., dari pihak penerbit ANDI sendiri penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Academy Penerbit ANDI, Joko Irawan Mumpuni.

Diketahui buku ajar ber-ISBN ini sangat penting dalam meningkatkan poin angka kredit untuk kenaikan pangkat atau golongan dosen, sekaligus menjadi salah satu alat ukur untuk penilaian akreditas kampus.

Agunawan S.Kom., M.Kom., selaku ketua panitia workshop penulisan ini menjelaskan, workshop yang diadakan sekarang ini merupakan kegiatan pertama dari empat rangkaian workshop yang akan diadakan kedepannya.

“Dari empat rangkaian workshop ini, dua workshop difasilitasi oleh penerbit ANDI, dan dua workshop lainnya akan difasilitasi oleh internal STIE Nobel Indonesia,” jelasnya.

Materi workshop penulisan buku ajar dan buku teks ber-ISBN ini dibawakan oleh dua orang narasumber.

Narasumber pertama yaitu Joko Irawan Mumpuni. Direktur Academy Penerbit ANDI ini membawakan materi tentang bagaimana menulis buku yang diterima penerbit.

Materi kedua dibawakan oleh Edy S. Mulyanta, manajer operasional penerbitan percetakan ANDI Yogyakarta.

Edy memaparkan tentang tips dan trik menerbitkan buku ajar dalam menghadapi era new normal pandemi. Kegiatan workshop diakhiri dengan sesi tanya jawab.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

LDK FSI UNM Gelar Muktamar ke XXII

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Forum Studi Islam (FSI​) Raudhatul Ilmi (RI) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar MUKTAMAR ke XXII...

Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Public Speaking Bersama Binus University

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kelas inpirasi bagi kelas XII kembali digelar SMA Islam Athirah 1 Makassar secara virtual, Senin (22/02/2021). Sejumlah 83 partisipan...

Penandatanganan Kotrak PPPK, Plh. Bupati Barru Berpesan

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja yang disingkat PPPK adalah warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu yang diangkat berdasarkan perjanjian...

OSIS SMA Islam Athirah Gelar Webinar Kesehatan, Kepsek: Mereka Pandai Baca Situasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - OSIS SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar webinar kesehatan bertajuk “Pentingnya Kesehatan Mental di Kalangan Remaja dan Pengetahuan Mental...

Unibos Kembali Jadi PT Terbanyak Raih Dana Hibah Proposal Pengabdian Masyarakat

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Bosowa (Unibos) kembali raih pendanaan hibah proposal pengabdian masyarakat terbanyak tahun 2021. Sebelumnya pada tahun 2020, Unibos pun menjadi...

REKOMENDASI