Gapura SDN 144 Lili Riawang Bone Tampil Beda, Ini Maknanya!

Gapura atau gerbang pintu masuk di UPT SDN 144 Lili Riawang Kecamatan Bengo Kabupaten Bone tampil beda dari sekolah lainnya. Kepala UPT SDN 144 Lili Riawang, Andi Ansar mengungkap makna dibalik Gapura bertuliskan bahasa daerah tersebut.

“Tidak adapi di sana (di kecamatan Bengo/Bone) yang menulis bahasa daerah di pintu gerbang sekolah, bukan lagi selamat datang kita tulis, tapi kita tulis salamaki to pada salama, ” ungkap Ansar saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (6/12/2025).

Ansar menjelaskan, penggunaan bahasa daerah di gapura Sekolah sebagai salah satu wujud mengenalkan bahasa daerah atau bahasa ibu di sekolah. Selain itu mengenalkan pesan kearifan lokal yang memiliki makna mendalam kepada warga sekolah.

ADVERTISEMENT
Baca Juga:  UIM Tegas Jaga Etika Kampus, Dosen Terlibat Insiden Meludah Dikembalikan ke LLDikti

Lebih lanjut Ansar menyebutkan, tak hanya tulisan salama ki to pada salama di tiang gapura, di bagian palang gapura juga diberikan tulisan mate mua tau mapatae, mate pa dia tellu tau masola-solae. Tulisan ini juga mengandung makna mendalam dalam kehidupan.

“Maknanya salamaki to pada salama, agar kita sama-sama berupaya selamat dunia akhirat. Sedangkan tulisan mate mua tau mapatae, mate pa dua tellu tau masola-solae, itu artinya mati orang yang teliti, tapi mati dua tiga orang yang tidak teliti, intinya pesan filosofis kehati-hatian, kejujuran, “jelasnya.

Baca Juga:  Viral Bayi Diduga Ditinggal di Kos, DPPA Makassar Ungkap Fakta Sebenarnya

Menurut Ansar, jika seseorang menerapkan pesan filosofis tersebut dalam kehidupannya, maka konsekuensi kehidupannya pasti lebih baik. Secara keseluruhan, kata dia, petuah itu adalah nasihat senantiasa hidup lurus, jujur, dan bertanggungjawab, karena kejujuran membawa ketenangan dan kemuliaan.

ADVERTISEMENT

“InsyaAllah jika kita menerapkan makna dari pesan dalam bahasa ibu ini, kita semua akan baik-baik saja, “pungkasnya.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU