Sunday, September 20, 2020

Gelar Webinar, Persakmi Sulsel Bahas Teknik Analisis Konten Penelitian Kualitatif

Webinar Seri ke-4

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan mengadakan kegiatan Webinar Seri ke-4 dengan topik  “Teknik Analisis Konten dalam Penelitian Kualitatif”. Sabtu, 11 Juli 2020.

Narasumber yang dihadirkan ialah Dr Jayadi Nas, S.Sos., M.Si.

Peserta yang mengikuti Webinar ini sebanyak 58 orang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia yakni, Papua, Kalimantan, Ambon, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan DKI Jakarta .

Ketua Pengda Persakmi Sulawesi Selatan, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH. Ph.D

Pada pembukaan kegiatan, Ketua Pengda Persakmi Sulawesi Selatan, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH. Ph.D, dalam sambutannya sebelum membuka acara tersebut mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang memiliki fokus penelitian pada metode kualitatif yang dalam hal ini PERSAKMI menghadirkan narasumber yang dapat dikatakan memiliki pengalaman dalam melakukan penelitian kualitatif yaitu Dr. Jayadi Nas, S.Sos., M.Si.

“Diharapkan teman-teman yang mengikuti seminar ini dapat berdialog, berdiskusi dengan beliau secara detail dalam penelitian kualitatif khususnya dalam teknik analisis konten,” kata Prof. Sukri Palutturi.

Kegiatan ini dipandu oleh Andi Mansur Sulolipu SKM.,M.Kes.

Pelaksanaan kegiatan ini berjalan selama kurang lebih hampir dua jam hingga berakhirnya sesi diskusi.

Pada kesimpulan kegiatan ini Dr. Jayadi Nas, S.Sos., M.Si. mengatakan, inti dari webinar ini yaitu, penelitian kualitatif tidak ada kebenaran tunggal tergantung dari sudut mana kita memandang objek penelitian.

Narasumber yang dihadirkan ialah Dr Jayadi Nas, S.Sos., M.Si.

“Terdapat kecendrungan penelitian sekarang sering kali menyandingkan kedua metode penelitian antara kualitatif dan kuantitatif atau yang lebih sering kita dengar dengan mixed method, sehingga pentingnya membedakan dan menggunakan kedua metode penelitian tersebut dengan tepat,” tuturnya. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Awali Kepengurusan, LD Al-‘Aafiyah FKM Unhas Gelar Daurah Pengurus

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Al-'Aafiyah FKM Unhas melaksanakan daurah pengurus pada hari sabtu, 19 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakan melalui  zoom cloud...

Kapolres Barru Serukan Pilkada Damai 2020, Di Takkalasi

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barru AKBP Welly Abdillah, menyerukan Pemilukada Damai, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pilkada Damai 2020 dan...

Danyonmarhanlan VI Hadiri Rakor Pemilu dan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan Pemkot Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Danyonmarhanlan VI) Letnan Kolonel Marinir Gigih Catur Pramono, S.H, M.T.r. Opsla menghadiri Rapat...

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

REKOMENDASI