Friday, November 27, 2020

GenBI UIN Alauddin, Umumkan Pemenang Lomba Essay

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pengumuman pemenang lomba essay yang di adakan oleh Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN Alauddin Makassar Dalam rangka merayakan Hari Sumpah Pemuda. Melalui Deputi Pendidikan hari ini Rabu, (18/11/2020).

Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak 18 oktober lalu, di ikuti oleh 14 Tim yang berasal dari berbagai jurusan di UIN Alauddin Makassar, Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Pemersatu Bangsa” dengan harapan kegiatan ini mampu mewujudkan sisi komunikatif mahasiswa, perihal peningkata kreativitas serta komunikasi yang bukan hanya kritis tapi aspiratif.

“Dalam kegiatan ini kami berusaha menyediakan wadah bagi pemuda khususnya mahasiswa UIN sendiri untuk memberikan kontribusi energi bagi negeri melalui gagasan kritis yang dituangkan dalam bidang literasi yang nantinya bukan hanya menjadi inspirasi, motivasi tapi juga mampu mengedukasi masyarakat luas,” Ujar A. Tiara Divia Ahmadi selaku Ketua Panitia.

WaRek III Prof.Dr. Darussalam M.Ag hadir dalam closing ceremony yang diadakan secara daring, “GenBI Komsat UIN ini sangatlah produktif, saya suka itu dan saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya sampai d sini tetapi terus dilakukan kedepannya,” Ucapnya dalam membuka kegiatan sekaligus mengumumkan pemenang.

Pemenang Dari ke-14 tim yang mengikuti lomba essay ini telah dipilih 3 tim terbaik melalui seleksi dan penjurian oleh beberapa juri yang berkompeten di bidangnya yakni nama juri : Irnawati M.Ikom, Ahmad S.S., M.Litt dan Muhammad Sapril Sardi Juardi, SE., MSA., Ak., CA.

Adapun pemenang sebagai berikut :pemenang : juara 1 : tim 1 atas nama Ega rusanti & ainan radiyah dengan judul essay “jurnalisme pemuda dalam menangkal krisis pluralisme dan mewujudkan berkah bonus demografi” juara 2 : tim 3 atas nama Eri sarmila & Puji sabriani Putri dengan judul essay “Start up berbasis sosial ekonomi sebagai inovasi pemuda dalam mewujudkan gerakan pemersatu bangsa” juara 3 : tim 12 atas nama Nita Amriani & Netti Herawati dengan judul essay “Pemanfaatan media sosial dalam membangun komunitas/organisasi berbasis online untuk menunjang pemahaman konsep moderasi beragama di indonesia” (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Rektor UNM Ajak Dosen Samakan Persepsi soal Penilaian Angka Kredit

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Focus Group Discussion (FGD), FGD kali ini membahas penilaian angka kredit dosen dalam kebijakan...

HMJ Matematika FMIPA UNM, Umumkan Pemenang Lomba GEOMETRI 2020

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Genius on Mathematics in Real Application (GEOMETRI) 2020 yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu...

Pembelajaran Tatap Muka di Bone, Begini Penyampaian Wabup dan Satgas

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Bupati (Wabup) Bone Ambo Dalle menyampaikan harapannya kepada seluruh guru dan masyarakat agar bersinergi menyambut rencana Pembelajaran Tatap...

Dampak Krisis Akibat Pandemi, Usman Berhenti Dari Tempat Kerjanya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Usman (35 tahun), yang bekerja di sebuah perusahaan media, terpaksa harus berhenti,  atau mengundurkan diri. Keputusan yang diambil secara...

BAN-PT Asesmen Lapangan Via Daring di IAIN Bone, Prodi Diharap Unggul

Bone, FAJARENDIDIKAN.co.id - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) lakukan asesmen lapangan secara daring pada Dua Program Studi (Prodi) Fakultas Ushuluddin dan...

REKOMENDASI