Saturday, September 19, 2020

IGI Deli Serdang Gelar Workshop Sagusampe

Deli Serdang, FajarPendidikan.co.id – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Deli Serdang menyelenggarakan Workshop Satu Guru Satu Media Penyimpanan (Sagusampe), Minggu 16 Desember 2018 bertempat di Aula SMA Negeri 1 Tanjung Morawa.

Workshop dibuka oleh Ketua IGI Kabupaten Deli Serdang, Rita Andriani Sitorus, SSos dan sebagai pelatih dipercayakan kepada, Drs H Muliadin Harahap, MM yang juga Ketua IGI Sumatera Utara dibantu oleh para mentor Sagusampe, Abdi Eka Tarigan, Kartini Kapadia Br. Sembiring dan Muhammad Irwan Nasution.

Ketua IGI Kabupaten Deli Serdang dalam sambutannya mengatakan bahwa siapa yang mengajar, jangan pernah berhenti belajar. “Bapak Ibu guru yang telah sudi meluangkan waktunya di hari libur seperti saat ini, untuk hadir mengikuti workshop merupakan guru-guru pembelajar yang hebat,” katanya disambut tepuk tangan para guru yang hadir.

Lebih lanjut, dikatakannya, sebelum workshop dilaksanakan, IGI Kabupaten Deli Serdang telah beraudensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang beserta jajarannya. Dimana dari hasil audensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam hal ini, dinas pendidikan berkomitmen untuk mengagendakan Workshop Satu Guru Satu Media Penyimpanan ini bagi 1000 guru yang ada di Deli Serdang di tahun 2019 yang akan datang.

Materi yang disampaikan dalam workshop ini berupa pemanfaatan cloud storage yaitu teknologi penyimpanan data digital yang memanfaatkan server virtual sebagai media penyimpanan. Metode ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain: data dapat diakses kapanpun dan dimanapun, data yang disimpan bisa untuk semua jenis file (dokumen, foto, video, dsb), bisa di akses melalui PC, Laptop, Tablet, Smartphone dan dapat di share ke orang lain.

Workshop dilaksanakan dengan cara tatap muka di 16 Desember 2018 dan dilanjutkan dengan kegiatan tugas-tugas dan bimbingan online mulai 17 hingga 22 Desember 2018.

Setelah mengikuti workshop, Ketua IGI  Kabupaten Deli Serdang berharap nantinya para guru mulai beralih ke cloud storage dan tidak lagi bergantung hanya kepada flashdisk, harddisk external, CD dan memory dalam menyimpan file file penting yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru dan file-file lainnya.(Rls)

 

 

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI