ADV A1

Implementasi Semangat Pelajar Dalam Bela Negara Pada Anak Dini Melalui GEMAR (Games Education of Corona): Solusi Pendidikan di Tengah Pandemi Berbasis Joyful Learning

Penulis: La Ode Muhammad Agus Sapdiman

FAJAR Pendidikan

Kesadaran bela negara merupakan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia. Sikap semangat dan berani berkorban demi tanah air, baik harta ataupun nyawa guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib dimiliki bagi setiap warga negara. Hal itu tidak tumbuh begitu saja namun harus ditanam dan ditumbuhkembangkan dengan berbagai upaya terutama sedini mungkin.

Upaya bela negara dilakukan untuk mempertahankan negara dari berbagai ancaman. Pandemi COVID-19 yang saat ini melanda seluruh dunia terutama Indonesia menimbulkan ancaman yang sangat serius.

Menurut World Health Organization (WHO) bahwa Corona Virus Disease (COVID-19) sebagai suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti sesak napas. Penyebaran yang dilakukan sangat cepat dan tak kasatmata sehingga sulit dikendalikan. Semua kalangan usia baik tua maupun muda menjadi sasaran COVID-19. Kalangan anak usia dini menjadi salah satu yang rentan akan penularan COVID-19.

Saat ini kasus COVID-19 sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 jumlah kasus aktif sampai dengan 23 April 2022 sebanyak 6,043,768 kasus. Jumlah kasus positif kalangan usia lanjut (diatas 60 tahun) 11 persen dengan kasus kematian sebesar 47,5 persen.

Sedangkan jumlah kasus positif kalangan anak usia dini (0 sampai 5 tahun) 3 persen dengan kasus kematian sebesar 0,6 persen. Walaupun kasus positif COVID-19 kalangan usia dini lebih rendah, akan tetapi hal tersebut tidak boleh disepelehkan.

BACA JUGA :   Generasi Corona Adalah Generasi Adaptasi Baru

Kalangan anak usia dini dapat menjadi sumber penularan COVID-19 yang tak disadari dan berbahaya. Anak-anak di bawah usia 5 tahun memiliki tingkat 10 hingga 100 kali lebih tinggi materi genetik dari virus Corona dalam hidung mereka.

Berdasarkan tes swab serta pengecekan jumlah virusnya, ternyata pada anak-anak usia di bawah 5 tahun angkanya lebih tinggi dibandingkan orang dewasa sehingga mereka jauh lebih infeksius atau mudah menularkan ke orang lain (Taylor et al., 2020). Hal tersebut membuktikan bahwa kasus COVID-19 pada anak usia dini tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan orang dewasa, akan tetapi kalangan anak usia dini masih berperan dalam penularan COVID-19.

Perlu adanya upaya pencegahan agar meminimalisir dampak penularan COVID-19 dari kalangan anak usia dini. Pengenalan dan penjagaan akan pentingnya bahaya dari COVID-19 dapat menjadi langka yang tepat. Melalui pendidikan, sebagai salah satu cara meningkatkan pemahaman COVID-19 dari kalangan anak usia dini. Sehingga mereka dapat menjadi pelajar yang berperan dalam upaya membela negara.

Anak usia dini belum dapat mewujudkan upaya membela negara layaknya militer, namun dapat dikembangkan melalui perilaku serta pendidikan yang tepat. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional, pasal 3 yaitu pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

BACA JUGA :   Suara Pelajar Coronial

Namun kegiatan pendidikan yang dilakukan pada anak harus berkaitan dengan emosi, karena dapat menggerakkan perhatian ataupun minat, menciptakan makna serta memiliki jalur memorinya sehingga segala yang disampaikan lebih muda bagi anak. Dengan menerapkan pendidikan yang sesuai di tengah pandemi COVID-19 bagi anak usia dini dapat menghasilkan kecerdasan emosional serta inteligensi sebagai indikator memiliki awal bela negara.

Hakikatnya dunia anak sangat lekat dengan bermain. Bermain merupakan segala aktivitas yang menyenangkan, menggembirakan dan mendapatkan kebahagiaan bagi anak – anak. Ardiyanto (2017 : 35) mengungkapkan bahwa bermain bagi anak usia dini sebagai sesuatu yang sangat penting bagi pengembangan kepribadiannya.

Bermain bagi seorang anak tidak sekedar mengisi waktu, tetapi dapat menjadi media pembelajaran, sehingga membantu anak dalam mencapai perkembangan yang utuh, baik fisik, intelektual, sosial, moral dan emosional.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI