Inneke yang Tidak Pernah Mengenal Lelah

Air mata haru, Dr Inneke Alriani, tiba – tiba berlinang, setelah mendengar Ketua Sidang Tim Penguji Promosi Doktornya, Prof Dr Syukur Saud, MPd, mengumumkan kelulusannya, dalam Yudisium yang berlangsung di Gedung Pasca Sarjana, Universitas Negeri Makassar (UNM). Hingga pada acara pemberian ucapan selamat, matanya pun belum kering. Air matanya masih berlinnang.

Terlebih lagi, Ketua Sidang yang memimpin 7 orang Penguji yang berstatus akademik ‘’kelas atas’’ itu, mengumumkan nilai perolehan Inneke, 3, 89, artinya, angka yang sangat memuaskan.

Itu mungkin karena, di benak wanita kelahiran 12 Agusstus 1965 ini, selama ini, ragu bisakah dia mewujudkan cita – cita yang terpatri di dadanya, masih ingin meningkatkan gelar yang sudah didapatkannya, A.Ma, S.Sos, MPd, untuk meraih lagi gelar Doktor ? Masalahnya, di Sulsel, jangankan langka seorang guru TK yang menyandang gelar Doktor, bahkan belum satu pun.

- Iklan -

Akhirnya Inneke memecahkan rekor, baru satu – satunya guru TK yang mencapai gelar Doktor. Dengan prestasi tersebut, dan ilmu yang langka dimilikinya, Sidang Pengujinya, menyarankan Inneke melanjutkan lagi pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Inneke, berhasil meraihnya, lewat tahapan pembelajaran akhir,dengan tesis berjudul : Pengembangan Media Kotak Bicara INKE Untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Anak Usia 5 – 6 tahun

Tak Kenal Lelah

Prof Dr Onno Sahrania, tetangga Inneke yang juga title Guru Besarnya di raih di Universitas yang dulu bernama IKIP ( Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan), mengaku kaget saat mendapat undangan Promosi Doktor Inneke Alriani. Kok sudah mau Doctor ya. Kapan Kuliahnya. Dia tidak pernah tau, kalau Inneke, belajar lagi untuk mencapai Doktor.

- Iklan -

Memang katanya, saat didaulat memberikan tesmoni, Inneke selalu menyampaikan unek – uneknya, mau menyandang predikat Doktor. Prof Onno pun selalu mendorongnya. ‘’Bisa, kenapa tidak’’, ucap Prof Onno.

Bisa dimaklumi, billa Inneke ragu – ragu menerobos impiannya tersebut. Karena jangankan langka seorang guru Taman Kanak Kanak menyandang gelar Doktor, di Sulsel khususnya belum ada. Akhirnya, Inneke lah yang pertama dari menyandang gelar tersebut.

‘’Inneke memang tidak kenal lelah’’, ucap Prof Onno. Padahal, katanya dia pun seorang Ibu Rumah Tangga. Dr Inneke juga ibu PKK, Dharmawanita. Belum lagi berkreasi untuk membuat kerajinan buat media bicara bagi anak binaannya. Sebagai Konsultan PAUD. Ketua Yayasan Alrina Cinta Infini. Selaku Pendiri TK Alrina Masamba Ka. Luwu Utara. Belum jeda dia belajar dan menuntut ilmu.

- Iklan -

Prof. Onno melihat memang ada kelebihan yang dimiiki Dr Inneke. Gigih, serba mau tau, serba bisa. Ramah dengan semua orang. ‘’Saya terkejut dia bisa menyelesaikan Pendidikan Doktornya’’, ucapnya lagi.

Latar Belakang Keluarga

Inneke Alriani adalah anak pertama dari lima orang bersaudara. Putri dari pasangan Toto Rusminto – Jannette Agustine Scholtz (Jennie). Menikah dengan Drs M.Nadjib Umar M.Sc, pasangan ini dikaruniai 4 orang anak. Anak Pertamanya, AKBP M.Indra Nadjib, SIK, SH, Kasat Narkoba Sidoarjo. Kedua, Fitriani Nadjib, S.Kom, Mahdania Nadjib, S.AK, dan M.Irsyad Nadjib, SM.

Jenjang Pendidikannya, dimulai dari SD Hang Tuah II Jakarta Utara, tammat 1980. SMP Negeri 143 Jakarta Utara, tammat tahun 1983. SMA Yasimu Jakarta Utara – lanjut ke SMA di Ujungpandang, tammat tahun 1992. D2 PGTKI di Universitas Muhammadyah Makassar, tammat tahun 2002. S1 di STISIPOL, 17 Agustus 45, tammat tahun 2007. S2 PAUD di Universitas Negeri Makassar (UNM), tammat tahun 2013. S3 PAUD di UNJ ( Universitas Negeri Jakarta) lanjut di Universitas Negeri Makassar (UNM), tahun tahun 2018/2019.

Pengalaman mengajarnya, Guru TK Muhammadyah Masamba. Dari sinilah motivasinya, mendirikan Yayasan Penddikan (2003), diberi nama Yayasan Alrina Cinta Infini. Dia pula yang menjabat sebagai Kepala Sekolahnya.

Inneke pun aktif mengikuti lomba lomba. Pernah meraih Juara Umum Guru Teladan Tingkat Kabupaten Masamba (2006). Juara Harapan I Guru Teladan Tingkat Prov Sulsel (2006).

Guru Teladan

Inneke Alriani, tidak berhenti sampai disitu. Sadar sebagai guru yang ingin memberikan pelayayan pendidikan yang terbaik, bagi anak – anak usia dini, inneke terus melanjutkan Pendidikannya ke jenjang S2 di Makassar, sambil mengajar di TK Negeri Pembina. Disini dia meraih Guru Teladan Tingkat Kota Makassar (2014).

Pada 2017, Juara I pada Lomba Kreativitas Guru se-Kota Makassar. Selanjutnya diperbantukan sebagai PLT Kepala Sekolah pada TK Pembina ( 2017 – 2018). Selanjutnya Kepala Sekolah TK Islam Maricaya ( 2018 – 2022 ).

Selain itu, Dr Inneke juga Asesor BAN PAUD – PNF Sulsel, periode 2016/2022 – hingga sekarang. Dosen UT (2010/2021), Dosen PPG UNM 2020/2022 hingga. Sekarang. Instruktur Nasional pada P4TK -PLB yang sekarang menjadi ( balai Besar Guru Penggerak) hingga sekarang.

Pengalaman di Organisasi, pernah menjabat Ketua Dharma Wanita Pemberdayaan Masyafakat Desa di Kab.Masamba. Wakil Ketua PPK dan Ketua Pokja II Kab.Masamba 2000/2005. Pembantu Umum IGTKI Kab.Masamba ( 2006/2007). Ketua PPG Partai Golkar dan Caleg (2004/2005). ( Nurhayana Kamar)

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU