Kamis, Februari 25, 2021

Istri Bupati Barru Hasnah Syam Berikan Bantuan Para Korban Gempa Sulbar yang Mengunsi di Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Memegang amanah sebagai “Istri Kepala Daerah” sekaligus “Tokoh Nasional” merupakan dua anugerah yang dapat memberi manfaat besar bagi sebanyak mungkin penerima.

Alhamdulillah, drg. Hj. Hasnah Syam MARS, terus berupaya menjalani hal ini dengan berempati dan berbagi di berbagai moment, di dalam Barru atau Dapilnya, maupun kesempatan lainnya.

Termasuk ketika mendengar musibah Gempa Sulbar, Tokoh Nasional yang familiar dipanggil “Bu Dokter”, di hari pertama kejadian, telah mengirimkan bantuan pertamanya ke Sulbar.

Demikian pula, saat mendengar kabar beberapa “Wija Barru” yang menjadi korban Gempa Sulbar, dan memilih mengungsi di Barru.

Siang tadi, Hasnah Syam selaku Ketua Tim Penggerak PKK Barru, bersama Kapolres Barru dan jajaran Perangkat Daerah, Beliau mengunjungi satu persatu para Pengungsi Gempa Sulbar asal Barru di beberapa tempat.

Pengungsi ini untuk sementara kembali dan bermukim di Palanro, Kecamatan Mallusetasi dan Awerange Kecamatan Soppeng Riaja Barru, Selasa (19/1/2021).

“Kita prihatin atas peristiwa Gempa dan mari mengambil hikmah dari musibah ini,” sebut Bu Dokter, sembari berusaha menenangkan para pengungsi, dengan caranya yang berkharisma.

Tokoh Nasional kebanggaan Barru ini, tampak menyapa dan sampaikan beberapa nasehat serta sesekali menyampaikan guyonan menghibur pengungsi.

Beberapa pengungsi terlihat berbinar dan bahagia atas perhatian istri Bupati Suardi Saleh ini. Pasalnya, memilih untuk mengungsi ke Kampung Halaman Barru, dibayangi dengan trauma guncangan gempa, dapat terobati secara psikologis selain terbantu oleh bantuan yang diberikan.

Seiring dengan itu, Pemda Barru menyampaikan pesan ke publik agar melaporkan pengungsi Gempa Sulbar yang kembali ke Kampung Halaman nya di Barru. Publik dipersilahkan untuk menyampaikan hal itu ke Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barru.

Reporter : Borahima

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

LDK FSI UNM Gelar Muktamar ke XXII

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Forum Studi Islam (FSI​) Raudhatul Ilmi (RI) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar MUKTAMAR ke XXII...

Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Public Speaking Bersama Binus University

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kelas inpirasi bagi kelas XII kembali digelar SMA Islam Athirah 1 Makassar secara virtual, Senin (22/02/2021). Sejumlah 83 partisipan...

Penandatanganan Kotrak PPPK, Plh. Bupati Barru Berpesan

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja yang disingkat PPPK adalah warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu yang diangkat berdasarkan perjanjian...

OSIS SMA Islam Athirah Gelar Webinar Kesehatan, Kepsek: Mereka Pandai Baca Situasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - OSIS SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar webinar kesehatan bertajuk “Pentingnya Kesehatan Mental di Kalangan Remaja dan Pengetahuan Mental...

Unibos Kembali Jadi PT Terbanyak Raih Dana Hibah Proposal Pengabdian Masyarakat

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Bosowa (Unibos) kembali raih pendanaan hibah proposal pengabdian masyarakat terbanyak tahun 2021. Sebelumnya pada tahun 2020, Unibos pun menjadi...

REKOMENDASI