ADV A1
ADV B1

Realisasi KUR Soppeng Tumbuh 44,26 Persen

FAJAR Pendidikan

-ADV C1 -

Soppeng, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Meskipun dalam masa pandemi Covid-19, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Soppeng sampai dengan bulan September 2021 tembus sebesar Rp381,97 miliar dan pada urutan yang kesebelas bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal tersebut berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai dengan bulan September 2021, realisasi KUR di Kabupaten Soppeng tercatat sebesar Rp381,97 miliar. Bila dibandingkan dengan bulan September 2020 sebesar Rp264,78 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 44,26%.

-ADV C2 -

Dari sisi jumlah debitur KUR, Kabupaten Soppeng pada urutan kesebelas yaitu sebanyak 11.047 debitur atau 3,80% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 290.994 debitur pada bulan September 2021.

-ADV C3 -

Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Soppeng, yaitu sebesar Rp291,09 miliar atau 76,21% dari total realisasi sebesar Rp381,97 miliar. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp78,54 miliar atau 20,56%, dan Kredit Supermi (Super Mikro) sebesar Rp12,34 miliar atau 2,23%.

BACA JUGA :   "Mau Belajar Reformasi Birokrasi hingga Kinerja Instansi, Datang ke Bone"

Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Soppeng, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasinya yaitu sebesar Rp326,52 miliar atau 85,48% dari total sebesar Rp381,97 miliar, disusul Bank BNI sebesar Rp24,04 miliar atau 6,29%, Bank Mandiri sebesar Rp20,83 miliar atau 5,45%, Bank Syariah Mandiri sebesar Rp6,49 miliar atau 1,70%, BNI Syariah sebesar Rp3,22 miliar atau 0,84%, BPD Sulselbar sebesar Rp800,00 juta atau 0,21% dan BRI Syariah sebesar Rp70,00 juta atau 0,02%.

-ADV C4 -

Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Soppeng terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR yaitu sebesar Rp185,04 miliar atau 48,45%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp132,07 miliar atau 34,58% dan ketiga sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan dan Perorangan lainnya sebesar Rp29,08 miliar atau 7,61%, sisanya tersebar di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu terus dikembangtumbuhkan.

BACA JUGA :   Undang Orang Tua Murid, SDN 15 Tanrutedong Sosialisasi Pentingnya Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman berharap kepada pelaku UMKM di Kabupaten Soppeng, meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, dapat terus melakukan terobosan maupun inovasi unggulan. Baik dari sisi produk maupun pemasarannya.

“Dengan memanfaatkan KUR sebagai salah satu alternatif pembiayaan yang murah, yaitu bunga 6% per tahun karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah,”ungkapnya

Reporter: Abustan

-ADV C5 -
ADV B2
ADV E1

BERITA DAERAH

BACA JUGA

ADV E2
- ADV D1 -
Sponsor
- ADV D2 -

TERKINI