Tuesday, July 7, 2020

Jawab Tantangan Dunia Bisnis, Mahasiswa STIE Nobel Asah Skill Manajemen Bisnis

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebanyak 20 orang mahasiswa STIE Nobel Indonesia mengikuti pelatihan manajemen bisnis yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar.

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari tanggal 14 sd 15 November 2019 di Hotel The One Makassar.

Dalam kesempatan ini pelatihan dibuka oleh kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar.

Kadisnaker A. Irwan Bangsawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta untuk lebih mengenal sistem manajemen bisnis serta mengembangkan diri, baik dari segi sikap perilaku maupun pola pikirnya dalam berbisnis

“Pelatihan manajemen bisnis ini memegang peranan yang sangat penting untuk memotivasi diri dalam meningkatkan sistem manajemen bisnis kalian semua. Dengan kemampuan tersebut akan terpupuk semangat peserta untuk berprestasi baik di lingkungan bisnis maupun dilingkungan kehidupan sehari-hari,” lanjut Kadisnaker dalam sambutannya

Pada kesempatan yang sama, Ketua STIE Nobel Indonesia Dr H Mashur Razak, SE., MM. menuturkan adanya harapan dari pengelola kampus STIE Nobel agar mahasiswa yang diutus dalam pelatihan tersebut dapat memperoleh manfaat yang sebanyak banyaknya untuk mereka terapkan nantinya.

“Melalui kegiatan pelatihan manajemen bisnis tersebut, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan fungsi bisnis, seperti aspek produksi, manajemen keuangan, pemasaran serta peningkatan kualitas pelayanan. Tentunya itu hal yang penting untuk mahasiswa ketahui dan nantinya harus diimplementasikan,” tuturnya.

Mahasiswa yang diutus mengikuti pelatihan adalah mereka yang telah memiliki bisnis.

Jenis usaha Ke 20 orang mahasiswa tersebut bervariasi, mulai dari usaha kuliner, konveksi, jasa kecantikan, dico mobil, cake and bakery, dan lain-lain.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan skala usaha dan manajemen pengelolaan bisnis. (FP/Rls)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI