Saturday, September 19, 2020

Kapan Mulai Masuk Sekolah? Ini Penjelasan Mendikbud

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebelumnya, ramai diberitakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengaktifkan kembali aktivitas di sekolah pada bulan Juni mendatang.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dengan tegas membantah pemberitaan tersebut.

“Mohon menunggu, saya belum bisa memberikan statemen apapun untuk keputusan itu, karena dipusatkan di gugus tugas. Mohon kesabaran,” kata Nadiem saat melakukan rapat kerja virtual dengan Komisi X DPR RI, Jumat (22/5).

Kalau ada hoax-hoax dan apa sampai akhir tahun, kata Nadiem, itu tidak benar.

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan, di masa pandemi ini, segala keputusan tentang kapan mulai tahun ajaran baru bukan di tangannya.

“[Keputusan] bukan di Kemendikbud. Keputusannya kapan, dengan format apa, dan seperti apa, dan karena ini faktor kesehatan, itu masih di gugus tugas,” terangnya.

Kemendikbud sebagai eksekutor pendidikan, kata Nadiem, selalu siap dengan semua skenario.

“Skenario apapun masih terus diskusikan dengan para pakar, dan keputusannya berada di tangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” tambahnya.

Ia pun mengakui, pandemi covid-19 sangat berdampak pada sistem pembelajaran yang dilakukan di rumah. “Dampak ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh Negara,” ungkapnya.

“Memang kita harus jujur dan pragmatis, belajar di rumah jelas punya dampak negatif ke pembelajaran. Bukan hanya di Indonesia, tapi seluruh negara. Tapi kami yakin, keluar dari krisis ini ada hikmah dan pembelajaran, dan keluar dari mindset atau pola pikir yang baru, yang akan jadi katalis di revelousi pendidikan,” jelas Nadiem.

Walaupun mengalami penurunan saat ini, kata Nadiem, tapi akselerasi untuk keluar dari covid-19 ini menjadi sangat tinggi, dan lebih besar dan lebih cepat bisa melakukan adopsi perubahan-perubahan yang baru, dari sisi teknologi dan pola pikir.

Sebelumnya, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Kemenko Perekonomian sempat menyampaikan kajian awal pemulihan ekonomi yang akan dilakukan secara bertahap.

Dalam kajian tersebut, disebutkan kegiatan pendidikan di sekolah sudah boleh dilakukan pada 15 Juni 2020. Namun dengan sistem shift sesuai jumlah kelas. (*/FP)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI