Friday, November 27, 2020

Kemenangan Biden Angin Segar Untuk Umat Islam?

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Joe Biden resmi memenangkan pemilu Amerika Serikat (AS), dan akan menjadi Presiden AS ke-64. Joe Biden berjanji kepada umat muslim akan memperlakukan agama Islam sebagaimana mestinya.


Selain dari itu Biden juga mengutip hadist Nabi Muhammad SAW. “hadist Nabi Muhammad memerintahkan siapa pun diantara kamu melihat kesalahan biarkan dia mengubahnya dengan tangannya jika dia tidak mampu maka dengan lidahnya, jika dia tidak mampu maka dengan hatinya,” kata Joe Biden. (jakbarNews.com, 7/11/2020).


Sementara itu Sindonews.id (8/11/2020) melansir sebuah berita bahwa presiden Amerika Serikat (AS) terpilih dari partai Demokrat itu juga berjanji akan memenuhi kebutuhan dan konsern terhadap kekhawatiran komunitas Muslim Amerika atas adanya diskriminasi selama pemerintahan Trump.


Atas dasar inilah banyak dari umat Islam atau komunitas muslim yang tampak sedang menaruh harapan kepada Biden. Kaum muslim yakin bahwa Biden tidaklah sama dengan Donal Trump yang selama ini membenci islam.


Umat islam akhirnya turut mendukung dan bahagia atas menangnya Biden dalam pilpres AS. Namun sikap yang ditujukan Biden terhadap kaum muslim tersebut nampaknya hanyalah kamuflase dari kepentingan pemilunya karena dalam demokrasi kampanye adalah upaya meraup suara dan mendapat dukungan dari komunitas umat muslim di Amerika.


Dimana kampanye bukanlah janji yang dimintai pertanggung jawaban. Dengan terpilihnya presiden baru kebijakan AS terhadap islam tidak akan berubah gaya dan pendekatannya. Namun watak kolonialis akan tetap menjadi wajah permanen terhadap kebijakan mereka.


Cara kampanye seperti tersebut itu sudah biasa dilakukan dalam negara demokrasi. Bukan hanya di Amerika tapi memang sudah menjadi tabiat dan watak para calon atau pemimpin di dunia dalam demokrasi, rela melakukan apa saja demi kepentingannya agar bisa terpenuhi.


Apalagi Biden berasal dari golongan bangsa Nasrani yang didalam Al-quran telah ditegaskan oleh Allah bahwa sejatinya mereka tidak akan pernah ridha terhadap Islam sebelum orang islam mengikuti jalan mereka. Sebagaimana dalam surah Al-Baqarah ayat 120:


“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”.


Bergantinya kepemimpinan baru tidak akan mengubah sistem politik Amerika Serikat yang pemerintahannya berasaskan sekularisme demokrasi ( pemisahan agama dari kehidupan). Pada dasarnya sekularisme demokrasi tidak sejalan dengan prinsip negeri muslim. Namun sayangnya sistem politik sekuler demorasi lah yang dianut dan diikuti oleh Indonesia.


Amerika tetap menjadi kiblat bagi Indonesia sebagai pemilik perpolitikan dalam dan luar negeri yang bermain di panggung besar kapitalisme global. Sehingga segala kebijakan yang diambil Indonesia tidak lepas dari bayang-bayang AS oleh para penguasa boneka di negeri kaum muslim.


Dampak Untuk Kehidupan Beragama Khususnya Islam Di Indonesia
Pendekatan yang dilakukan oleh Biden terhadap umat muslim tampak dengan cara yang lebih lembut, namun itu justru lebih berbahaya dengan pendekatan ala Donald Trump yang secara terang-terangan membenci dan memerangi islam. Amerika akan tetap menjadi negara adidaya yang akan memerangi islam dan kaum muslim dengan mengatas namakan perang melawan terorisme atau perang melawan radikalisme.

Melalui tangan penguasa yang zalim dan otoriter AS akan selalu mencerai beraikan persatuan umat islam karena itu adalah bagian dari agenda mereka. Merek akan selalu mengadu domba kelompok-kelompok islam, merangkul kelompok-kelompok islam moderat yang sejalan dengan kepentingan Amerika.


Mereka juga akan lebih giat lagi dalam menghalangi dan mempersekusi kelompok-kelompok yang konsisten dalam melakukan perjuangan penegakan syariat Islam secara kaffah, melalui prasangka negatif dengan isu radikalisme yang dihembuskan melalui penguasa represif di negeri muslim.


Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perubahan yang mendasar bagi kehidupan politik dan agama di negeri ini, aras pergantian presiden AS. Antara Biden dan Trump tidak ada bedanya, Amerika tetaplah Amerika yang tetap sama dalam memusuhi islam. Maka umat tidak perlu berharap apa-apa dari sosok baru presiden Amerika yang katanya akan berpihak kepada umat islam. Allahu alam bissawab

Penulis : Nurlinda / Pemerhati sosial

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Rektor UNM Ajak Dosen Samakan Persepsi soal Penilaian Angka Kredit

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Focus Group Discussion (FGD), FGD kali ini membahas penilaian angka kredit dosen dalam kebijakan...

HMJ Matematika FMIPA UNM, Umumkan Pemenang Lomba GEOMETRI 2020

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Genius on Mathematics in Real Application (GEOMETRI) 2020 yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu...

Pembelajaran Tatap Muka di Bone, Begini Penyampaian Wabup dan Satgas

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Bupati (Wabup) Bone Ambo Dalle menyampaikan harapannya kepada seluruh guru dan masyarakat agar bersinergi menyambut rencana Pembelajaran Tatap...

Dampak Krisis Akibat Pandemi, Usman Berhenti Dari Tempat Kerjanya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Usman (35 tahun), yang bekerja di sebuah perusahaan media, terpaksa harus berhenti,  atau mengundurkan diri. Keputusan yang diambil secara...

BAN-PT Asesmen Lapangan Via Daring di IAIN Bone, Prodi Diharap Unggul

Bone, FAJARENDIDIKAN.co.id - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) lakukan asesmen lapangan secara daring pada Dua Program Studi (Prodi) Fakultas Ushuluddin dan...

REKOMENDASI