Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Makassar menghelat Public Lecture Diplomasi Budaya ; Perspektif Multilateral. Di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Jum’at (22/02/2019).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Febrian A. Ruddyard (Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kemenlu RI) dan Agus Santoso (Direktur Layanan Arsip Nasional RI) serta di Pandu oleh Dr. Ihyani Malik, M.Si (Dekan FISIP Unismuh).

Acara ini di buka langsung oleh Rektor Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM. Dalam sambutan pembukaannya beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih atas kepercayaan Kemenlu RI memilih Unismuh sebagai salah satu penyelenggara Diplomacy Festival 2019 ini.

Rektor Unismuh, yang juga Guru Besar Bidang Ekonomi dan Bisnis, juga mengatakan akan terus membuka diri dalam kerjasama-kerjasama nasional dan internasional. Dimana Kegiatan Kemenlu RI ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama yang telah di lakukan tahun sebelumnya.

Baca Juga :   Unibos Siap Berlaga di Ajang NUDC 2018

“Mudah-mudahan Kedepan kerjasama dengan Kemenlu RI bisa lebih berkembang. Kami siap untuk level yang lebih tinggi, termasuk menghadirkan Menteri Luar Negeri RI hadir di sini. Sebagaimana Wapres RI juga telah berkali-kali hadir di tempat ini,” ungkap Prof Rahman Rahim.

Dalam pemaparan kuliah umumnya, Dirjen Kerjasama Multilateral Kemenlu RI, Febrian A. Ruddyard, mengatakan pentingnya produk dan nilai budaya sebagai alat diplomasi. Kebudayaan tidaklah menundukkan sebuah negara lain secara fisik, tetapi mempengaruhi secara mental sebuah komunitas dan bangsa.

“Kekayaan budaya juga bisa menjadi alat untuk berinteraksi dengan komunitas global. Kemajuan teknologi informasi harus di manfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan produk budaya dan warisan alam kepada dunia,” ungkap dalam paparannya.

Sementara Agus Santoso, Direktur Layanan dan Pemanfaatan Arsip Nasional RI, memaparkan pentingnya fungsi arsip bagi sebuah bangsa.

“Arsip ibarat cangkul bagi petani, senjata bagi tentara. Kegemilangan bangsa di masa lalu terekam dalam arsip dan menjadi inspirasi dalam membina hubungan baik dengan bangsa-bangsa lain,” pungkasnya.

Baca Juga :   FKIP Unismuh ditunjuk Kemendikbud RI Jadi Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) di Sulsel

Kegiatan ini di hadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan. Turut hadir Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST, MT, (Wakil Rektor 1), Dr. Muhammad Tahir, M.Si (Wakil Rektor 3), para Dekan Fakultas, wakil Dekan, serta para dosen dan mahasiswa. Para peserta sangat antusias dalam sesi tanya jawab acara.

Ke depan, Kementerian Luar Negeri RI dengan Unismuh Makassar akan mengembangkan kerjasama dalam cakupan yang lebih luas dan saling menguatkan masing-masing institusi.

Reporter: Ahadri