Rabu, Januari 27, 2021

Kenalkan Adab Bersosial Media, Mahasiswa UIN Alauddin Raih Juara 1 Poster Nasional

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Ibrahim Tasrikh Syafaat Assawala, Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar berhasil meraih Juara 1 Lomba Poster pada Pekan Ke-Ilmuan Nasional (PIN) 2020.

Kegiatan itu diselenggarakan Forum Studi Islam (FSI) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Pekan Keilmuan Nasional merupakan ajang perlombaan tingkat Nasional yang mengusung tema “Implementasi Khazanah Psikologi Islam sebagai Solusi Problematika Umat”.

Dalam posternya Ibrahim mengangkat tema “Adab Bermedia Sosial Sebagai Solusi Mengurangi Dampak Psikologi pada Remaja”.

Alasan mengambil topik itu menurutnya, melihat masyakarat dewasa khususnya kaum remaja saat ini, sangat akrab berdampingan dengan Media Sosial.

Remaja dan Media Sosial adalah dua kosa kata yang satu dan tidak bisa dipisahkan.

“Nah hal ini terkadang juga berdampak terhadap psikis dan psikologi remaja itu sendiri,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurutnya, remaja yang cerdas mestinya dituntut untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan etis sebagaimana yang dituntunkan dalam Al-Quran dalam berbagai Akhlakul Karimah yang kontekstual dalam menggunakan media sosial itu sendiri.

Ia menambahkan tujuan kegiatan itu diharapkan dapat memperkarya pengetahuan dan pemahaman terkait dengan psikologi Islam dan implikasinya terhadap problematika umat.

“Kegiatannya ada Webinar tentang kesehatan mental dan problematika umat, adapun mata lomba yang buka terdiri dari lomba essay dan poster khusus mahasiswa,” jelasnya.

Setelah melalui tahap penjurian pada 11-14 November, hasil lomba tersebut diumumkan dengan pengumuman pemenang tiap kategori lomba via daring.

Mahasiswa yang juga karyanya pernah terpilih sebagai Logo Kabinet Dema UIN Alauddin 2020 itu, mengatakan sangat bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya berharap agar kaum remaja dapat memfungsikan sosial media secara bijak untuk mengakses dan berbagi informasi secara fungsional,” tutupnya.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Bupati Barru, Suardi Saleh Amanahkan 165 CPNS Bekerja Melayani Masyarakat

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Rekrutmen adalah landasan paling dasar dalam pengembangan sumber daya manusia untuk menyokong organisasi yang penuh harapan.

Supir Pribadi Bupati Barru Rapid Tes Antigen, Keluarga Antisipasi

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id— Amir sopir pribadi bupati Barru Suardi Saleh sempat mengalami demam tinggi. Suardi kemudian meminta ke Amir untuk dilakukan rapid tes...

Nadiem Makarim Tanggapi Kasus Intoleransi Siswi SMK di Padang

FAJARPENDIDIKAN.co.id –Baru-baru in kita di hebohkan dengan kasus yang terjadi pada seorang siswi non muslim di SMK Negeri 2 Padang yang dipaksa berhijab....

Menjelang Konfercab PWI, Nurhayana Kamar Daftar Calon Ketua PWI Sulsel

Makassar, FAJARPENDIDIKANco.id - Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Selatan (PWI Sulsel) akan melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) periode 2021-2026 yang akan dilaksanakan pada...

Mahasiswa PBL 2 FKM Unhas Posko 15 Bagikan Masker Kain Gratis ke Warga

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Mahasiswa Posko 15 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM Unhas) melakukan pengabdian masyarakat berupa pembagian masker kain dan stiker himbauan memakai masker...

REKOMENDASI