Kenapa Laron Melepas Sayapnya? Ini Faktanya

FAJAR Pendidikan

Mungkin kamu sering melihat hewan laron beterbangan di sekitar rumah kamu saat musim hujan, bukan? Ya, laron memang akan muncul pada saat memasuki musim hujan. Biasanya, jumlah laron akan sangat banyak dan kerap dianggap mengganggu penghuni rumah.

Mengapa laron suka dengan cahaya lampu di rumahmu? Tahukah kamu bahwa laron termasuk hewan dengan siklus hidup yang cukup tragis?

Laron akan melepaskan sayapnya setelah terbang beberapa saat mengelilingi cahaya atau sinar lampu.

Sebenarnya laron merupakan bagian dari siklus hidup rayap. Laron termasuk dalam kasta reproduktif yang tugasnya berkembang biak, karena tidak semua koloni rayap mampu bereproduksi. Siklus hidup rayap diawali dari telur, yang kemudian menetas menjadi nimfa.

BACA JUGA :   Negara Irlandia Dijuluki The Celtic Tiger Karena Berhasil Memperkuat Perekonomian

Setelah itu, nimfa akan berkembang menjadi kasta reproduktif, pekerja, serta prajurit. Ketiga kasta ini punya tugasnya masing-masing. Kasta reproduktif yang memiliki sayap inilah yang disebut laron.

Mengapa laron melepaskan sayapnya?

Laron melepaskan sayapnya karena mereka sudah siap memasuki fase atau tahap kawin dengan pasangannya. Pasangan laron jantan dan betina akan mulai membangun sarang baru untuk menetaskan telur serta membentuk koloni baru.

Laron yang terbang secara acak dan berkelompok akan berusaha melepaskan sayap mereka.

Caranya dengan berjalan sambil menggoyang-goyangkan tubuh serta menggerak-gerakkan sayap seperti hendak terbang. Setelah sayapnya terlepas, aktivitas kawin akan dimulai.

BACA JUGA :   4 Negara di Dunia Ini yang Memiliki Hari Libur Terbanyak

Namun, sebelum itu, laron jantan dan betina akan berjalan beriringan untuk mencari sarang baru. Laron betina atau calon ratu berada di depan, sedangkan laron jantan atau calon raja berada di belakang. Seusai menemukan sarangnya, laron akan mulai membangun koloni baru dengan cara meneteskan telur sang betina.

Sayangnya, bagi laron yang tidak bisa mendapat pasangannya hingga fajar tiba, mereka akan mati. Sedangkan yang dapat bertahan hidup adalah mereka yang bisa menemukan pasangannya sebelum matahari terbit.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI