Tuesday, July 14, 2020

Kepala Puskesmas Bantimurung Bantah Menolak Pasien

Maros, FAJARPENDIDIKAN – Tersiarnya kabar pada salah satu media online adanya penolakan terhadap salah satu pasien balita keluarga Rasdy Nurdin dan Lina, Ketua DPD JPKP Maros, Arissugeng langsung mendatangi Puskesmas Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Senin 7 Oktober 2019.

“Saya Kesini akan mengkroscek apa sebenarnya yang terjadi sehingga tersiar kabar seperti itu. Kami sudah bertemu keluarga pasien Ahmad fadilan Rasdy (12 bulan) bapak Rasdy serta ibu Lina sebagai ayah ibu pasien. Kemudian  Kepala Puskesmas Muh Ilyas Nur. Saya berharap semoga kesalah pahaman seperti ini bisa diluruskan dan tidak terulang lagi,” ungkap Ketua DPD JPKP Maros.

Muh Ilyas Nur, Kepala Puskesmas Bantimurung didampingi penanggungjawab UGD mengungkapkan bahwa pada senin dinihari sekitar pukul 02.35 Wita ia ditelepon Rasdy alias Daddi ayah pasien dan mengadukan bahwa dirinya tidak dilayani di puskesmas karena ruang tindakan penuh,dan diarahkan ke Rumah sakit terdekat yakni RS Salewangang Maros.

“Kami tidak melakukan tindakan selain kamar tindakan penuh kami juga memikirkan kesehatan balita tersebut, jangan sampai datang dengan keluhan diare setelah masuk kesini bisa bertambah penyakitnya dikarenakan pada ruang tindakan tersebut terdapat penderita TBC dan tidak steril,” terang Ilyas.

“Kami menyarankan ke RS Salewangan karena berdasarkan hasil teriasi kami, balita tersebut masih bisa dilarikan ke RS karena belum tergolong gawat darurat. Akan tetapi, pak rasdy tidak langsung ke RS tetapi langsung pulang ke rumahnya. Setelah pagi hari, ruang tindakan sudah kosong, pasien datang kembali ke puskesmas dan kami layani kembali sebagaimana SOP kami,” tambahnya.

Di lain tempat, Rasdy berharap pelayanan Puskesmas Bantimurung ke depan bisa lebih baik lagi sehingga pasien yang datang disana semua bisa terlayani dengan baik.

Sebelum berita ini dirilis, telah dikonfimasi via pesan whatsApp, Kepala Puskesmas Bantimurung telah mengunjungi pasien dan keluarga Rasdy untuk meminta maaf langsung atas segala kesalah pahaman dan rasa ketidakpuasan terhadap pelayanan jajaran yang dipimpinnya.

Dan berharap kejadian ini menjadi saran dan kritikan yang membangun.

Reporter: Aris

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Bupati Barru Tegaskan, Proses Rapid Test Gratis Masyarakat Dipermudah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Bupati Barru Suardi Saleh, mengimbau kepada Tim Gugus Tugas (TGT) Coronavirus deseases 2019 (Covid-19) Barru, agar mempermudah pelayanan rapid...

Posal Pinrang Lantamal VI Ikuti Apel Gabungan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Makodim 1405/Mlts Parepare

Parepare, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 Kotamadya Parepare Sulsel, Personel Pos TNI AL (Posal) Pinrang Lantamal VI mengikuti...

OPINI: Era Digitalisasi Perpustakaan dan Budaya Keilmuan

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sebenarnya metode ini sangat populis dan cukup diterima oleh berbagai kalangan terutama generasi muda yang setiap hari berkutat dengan gadget mereka. Kaitannya...

Mengapa Burung Nggak Pernah Nyasar?

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Studi baru mengatakan bahwa keberadaan protein tertentu di mata adalah faktor kunci dalam sistem navigasi burung. Navigasi memiliki nilai...

Adu Balap Burung-burung Tercepat di Dunia

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Hingga saat ini, para peneliti belum sepakat tentang burung apa yang paling cepat di dunia. Namun, tidak ada salahnya jika kita mengulas...

REKOMENDASI