- Advertisement -

Kisah Wanita Taat Ibadah Tapi Tak Berhijab, Apakah Dapat Pahala ?

Bagaimana bila wanita taat beribadah, tapi tidak berhijab. Apakah tetap mendapatkan pahala atas ibadahnya ? Untuk menjawabnya, simak kisah berikut ini.

Al-Kisah diceritakan, ada seorang wanita yang dikenal taat dalam beribadah. Dia sangat rajin melakukan ibadah wajib maupun sunnah. Hanya ada satu kekurangannya, ia tak mau berhijab menutupi auratnya.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum, seraya menjawab: “Insya Allah yang penting hati dulu yang berhijab.” Sudah banyak orang yang menanyakan maupun menasihatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga suatu malam ia bermimpi sedang berada di sebuah taman yang indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan bagaimana segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih. Airnya kelihatan melintas di pinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ada beberapa wanita di situ yang terlintas juga menikmati pemandangan keindahan taman.

Ia pun menghampiri salah satu wanita tersebut. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut. “Assalamu’alaikum saudariku…” “Wa’alaikum salam…, selamat datang wahai saudariku…” “Terima kasih, apakah ini syurga?” Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan wahai saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum surga.” “Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini…”

BACA JUGA:  Doa Pembuka Rezeki Lengkap Latin dan Artinya
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wanita itu tersenyum lagi kemudian bertanya, “Amalan apa yang bisa membuatmu kembali wahai sudariku?” “Aku selalu menjaga shalat, dan aku menambah dengan ibadah-ibadah sunnah. Alhamdulillah.”

Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka, dan ia melihat beberapa wanita yang di taman tadi mulai memasukinya satu per satu. “Ayo, kita ikuti mereka!” Kata wanita itu sambil setengah berlari. “Apa di balik pintu itu?” “Tentu saja surga wahai saudariku…”

Larinya semakin cepat. “Tunggu… tunggu aku…”. Ia berlari sekancang-kencangnya, namun tetap tertinggal. Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Namun ia tetap saja tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari sekuat tenaga.

Ia lalu berteriak, “Amalan apa yang engkau lakukan sehingga engkau tampak begitu ringan?” “Sama denganmu wahai saudariku…” Jawab wanita itu sambil tersenyum. Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang engkau lakukan yang tidak aku lakukan?” Wanita itu menatapnya dan tersenyum lalu berkata, “Apakah engkau tidak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”

BACA JUGA:  Renungan Harian Katolik Senin 16 Januari 2023: Berpuasa itu Bukanlah Berdasar pada Suatu Kebiasaan

Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab, “Apakah engkau mengira bahwa Rabbmu akan mengizinkanmu masuk ke surga-Nya tanpa hijab penutup aurat ?” Kata wanita itu. Tubuh wanita itu telah melewati, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, “Sungguh disayangkan, amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ia tertegun… lalu terbangun… beristighfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan shalat Malam, menangis dan menyesali perkataannya dahulu.  Dan sekarang ia berjanji sejak saat ini ia akan MENUTUP AURATNYA.

Allah SWT Berfirman “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, ‘hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al- Ahzab: ayat 59)

Berhijab adalah perintah langsung dari ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, lewat utusan-Nya yakni baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah ﷺ. Yang namanya perintah dari ALLAH adalah wajib bagi seorang hamba untuk mematuhi-Nya. Dan apabila dilanggar, ini jelas ia telah berdosa. (p/wa/ana)

Bagikan

BACA JUGA:

Renungan Harian Kristen, Kamis 29 Desember 2022: Jadi Pembelot atau Murid?

Renungan Harian Kristen hari ini, Kamis 29 Desember 2022 berjudul: "Jadi Pembelot atau Murid?" Bacaan untuk Renungan harian Kristen hari ini diambil dari Kitab Yohanes...

Renungan Harian Katolik, Kamis 20 Oktober 2022: Aku Datang Bukannya Membawa Damai, Melainkan Pertentangan

Renungan Harian Katolik hari ini, Kamis 20 Oktober 2022 berjudul: “Barangsiapa Diberi Banyak, Banyak Pula yang Dituntut Darinya”. Renungan Harian Katolik hari ini, Kamis 20...

Renungan Harian Kristen, Sabtu 28 Januari 2023: Bagaimana Seseorang dapat Menganiaya Yesus?

Renungan Harian Kristen hari ini, Sabtu 28 Januari 2023 berjudul: "Bagaimana Seseorang dapat Menganiaya Yesus?" Bacaan untuk Renungan harian Kristen hari ini diambil dari Kitab...

3 Sebab Penghalang Hidayah, Wajib di Ketahui

Diantara sebab hilangnya hidayah & taufik adalah ketika seseorang merasa ibadah yang ia miliki lebih baik dibanding orang lain. Atau dosa yang ia lakukan...

Renungan Harian Katolik, Selasa 27 September 2022: Yesus Mengarahkan Pandangan-Nya untuk Pergi ke Yerusalem

Renungan Harian Katolik hari ini, Selasa 27 September 2022 berjudul: “Yesus Mengarahkan Pandangan-Nya untuk Pergi ke Yerusalem”. Renungan Harian Katolik hari ini, Selasa 27 September...

POPULER