Ungulata atau ungulate merupakan kelompok mamalia yang berasal dari klad Euungulata. Kelompok hewan ini sangat dekat dengan kehidupan manusia karena banyak dipelihara, diternakkan, hingga dimanfaatkan sebagai sumber pangan.
Ungulata mencakup berbagai jenis hewan, mulai dari sapi, kambing, rusa, hingga mamalia laut seperti paus. Keunikan kelompok mamalia ini tidak hanya terlihat dari bentuk tubuhnya, tetapi juga dari sejarah evolusi, pola makan, dan kemampuan adaptasinya di berbagai habitat.
Berikut beberapa fakta menarik tentang ungulata yang mungkin belum banyak diketahui.
1. Memiliki Kuku Besar yang Menjadi Ciri Khas Utama
Ciri paling khas dari ungulata adalah keberadaan hoof atau kuku kaki yang membesar dan mengeras. Struktur ini membuat kaki mereka tampak seperti tidak memiliki jari.
Hoof terbuat dari keratin, yaitu bahan yang juga menyusun kuku manusia. Bagian tersebut terus tumbuh sepanjang hidup dan bukan termasuk bagian tulang atau kerangka tubuh.
Saat berjalan, berlari, maupun berdiri, ungulata bertumpu pada hoof tersebut. Struktur kaki seperti ini membantu mereka bergerak cepat dan lincah, terutama saat menghindari predator atau berpindah tempat dalam jarak jauh.
2. Paus dan Lumba-Lumba Ternyata Termasuk Ungulata
Banyak orang tidak menyangka bahwa mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba sebenarnya masih termasuk kelompok ungulata.
Secara ilmiah, hewan-hewan dari kelompok Cetacea memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan kuda nil dan masuk ke dalam ordo Artiodactyla.
Nenek moyang paus dan lumba-lumba dahulu merupakan hewan darat berkaki yang memiliki hoof. Seiring proses evolusi selama jutaan tahun, bentuk kaki mereka berubah menjadi sirip agar lebih cocok hidup di air.
Menariknya, jika melihat struktur kerangkanya, sirip paus dan lumba-lumba masih memiliki susunan tulang jari seperti mamalia darat.
3. Sudah Ada Sejak 66 Juta Tahun Lalu
Kelompok ungulata diperkirakan sudah muncul sejak sekitar 66 juta tahun lalu. Salah satu mamalia awal yang diduga termasuk ungulata adalah Protungulatum.
Mamalia kecil tersebut hidup pada masa peralihan setelah kepunahan dinosaurus. Beberapa ilmuwan bahkan meyakini bahwa hewan itu sempat hidup berdampingan dengan dinosaurus pada akhir periode Kapur.
Meski begitu, status Protungulatum sebagai ungulata sejati masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Namun, temuan fosil menunjukkan bahwa kelompok mamalia berkuku memang sudah berkembang sejak zaman purba.
4. Sebagian Besar Ungulata Adalah Pemakan Tumbuhan
Mayoritas spesies ungulata merupakan herbivora atau pemakan tumbuhan. Mereka biasanya mengonsumsi rumput, daun, buah, hingga kulit kayu.
Namun, tidak semua ungulata memiliki pola makan yang sama. Beberapa spesies seperti babi tergolong omnivora karena memakan tumbuhan sekaligus hewan kecil.
Sementara itu, kelompok ungulata laut seperti paus tertentu justru termasuk karnivora yang memangsa ikan, udang, dan berbagai hewan laut lainnya.
Keanekaragaman pola makan ini menunjukkan kemampuan adaptasi ungulata terhadap habitat dan sumber makanan yang berbeda-beda.
5. Banyak Spesies Memiliki Tanduk dan Cula
Selain hoof, banyak ungulata juga dikenal memiliki tanduk atau cula di bagian kepala.
Badak, misalnya, memiliki cula kuat di bagian depan kepala yang digunakan untuk bertahan diri. Rusa memiliki tanduk bercabang yang disebut antler, dan tanduk tersebut akan berganti setiap periode tertentu.
Sementara itu, sapi dan banteng mempunyai tanduk permanen yang terus tumbuh tanpa berganti kulit.
Tanduk dan cula memiliki banyak fungsi penting, mulai dari melawan predator, bertarung dengan sesama pejantan, hingga menarik perhatian lawan jenis saat musim kawin.
Penutup
Ungulata merupakan kelompok mamalia yang sangat beragam dan memiliki sejarah evolusi panjang. Mulai dari hewan darat berkuku hingga mamalia laut raksasa seperti paus, semuanya menunjukkan kemampuan adaptasi luar biasa terhadap lingkungan.
Keberadaan ungulata juga sangat penting bagi keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia. Karena itu, pelestarian habitat serta perlindungan terhadap spesies-spesies ungulata perlu terus dilakukan agar mereka tetap bertahan di alam liar.
