Beruang kungkang atau sloth bear (Melursus ursinus) merupakan salah satu spesies beruang yang hidup di wilayah Asia Selatan, seperti India, Nepal, Sri Lanka, hingga sebagian Bhutan. Beruang ini memiliki ciri khas bulu hitam yang tampak berantakan dengan pola putih berbentuk huruf “V” atau “Y” di bagian dada.
Berbeda dari beruang pada umumnya, beruang kungkang memiliki perilaku dan adaptasi yang sangat unik. Hal ini membuatnya menjadi salah satu spesies beruang paling menarik untuk dipelajari.
Berikut beberapa fakta unik tentang beruang kungkang yang perlu kamu ketahui.
1. Spesialis Pemakan Serangga
Beruang kungkang termasuk salah satu dari sedikit spesies beruang yang bersifat insektivora atau pemakan serangga. Makanan utamanya adalah rayap dan semut.
Menariknya, beruang ini memiliki adaptasi khusus pada bagian mulutnya. Gigi seri bagian atas mereka hilang secara alami sejak lahir, bukan karena kelainan.
Celah tersebut justru membantu mereka saat makan. Beruang kungkang dapat mengisap ribuan rayap atau semut sekaligus seperti menggunakan “alat penyedot”, sehingga proses makan menjadi sangat efisien.
2. Suara Makan yang Sangat Berisik
Saat mencari makan, beruang kungkang menghasilkan suara yang cukup keras dan khas. Suara ini muncul karena teknik mengisap serangga yang sangat kuat.
Suara tersebut sering digambarkan seperti “slurping” atau suara sedotan yang dapat terdengar hingga jarak sekitar 100 meter.
Kondisi gigi yang tidak lengkap juga membuat aliran udara menghasilkan bunyi yang khas. Bagi peneliti di alam liar, suara ini sering menjadi tanda keberadaan beruang kungkang di sekitar hutan.
3. Menggendong Anak di Punggung
Salah satu perilaku unik beruang kungkang adalah kebiasaan menggendong anaknya di punggung. Hal ini jarang ditemukan pada spesies beruang lain.
Anak beruang akan dibawa di atas punggung induknya hingga cukup besar untuk berjalan sendiri. Cara ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan ekstra dari predator seperti macan tutul atau harimau.
Perilaku ini menunjukkan tingkat perhatian induk yang tinggi terhadap keselamatan anaknya di alam liar.
4. Memiliki Ekor yang Relatif Panjang
Beruang kungkang juga dikenal memiliki ekor yang lebih panjang dibandingkan spesies beruang lainnya. Panjang ekornya bisa mencapai sekitar 15 hingga 18 sentimeter.
Ekor ini membuatnya menonjol di antara keluarga beruang (Ursidae) yang umumnya memiliki ekor sangat pendek dan hampir tidak terlihat.
Meski fungsi pastinya masih diperdebatkan, ekor ini diduga berperan dalam keseimbangan tubuh atau sebagai sarana komunikasi antarindividu.
5. Jejak Kaki Mirip Manusia
Salah satu hal yang sering membuat orang bingung adalah bentuk jejak kaki beruang kungkang. Struktur kaki belakangnya memungkinkan tumit menyentuh tanah sepenuhnya saat berjalan.
Akibatnya, jejak kaki mereka terlihat mirip seperti jejak kaki manusia tanpa alas kaki.
Namun, jejak tersebut tetap dapat dibedakan dari manusia karena selalu disertai tanda cakar yang tajam di bagian depannya.
***
Beruang kungkang membuktikan bahwa setiap spesies memiliki adaptasi unik untuk bertahan hidup di lingkungannya. Mulai dari cara makan yang tidak biasa hingga bentuk jejak kaki yang menyerupai manusia, semuanya menunjukkan keunikan luar biasa dari hewan ini.
Dengan memahami perilaku beruang kungkang, kita dapat lebih menghargai keberagaman satwa liar sekaligus pentingnya menjaga habitat mereka agar tetap lestari di alam bebas.
