BARRU – Sore menjelang malam itu terasa hangat. Aroma kopi memenuhi udara Rezha Café di Jalan A.P. Pettarani, Kecamatan Barru. Di sudut ruangan, tampak beberapa jurnalis berbincang akrab dengan seorang perwira polisi berseragam lengkap. Senyum dan tawa kecil mengisi suasana. Tak ada jarak, tak ada sekat.
Itulah suasana pertemuan Kapolsek Pujananting Ipda Sahabuddin bersama sejumlah insan media Barru, Senin (20/10/2025). Pertemuan sederhana yang dikemas santai itu justru terasa penuh kehangatan dan makna.
Di tengah hiruk-pikuk dunia informasi yang serba cepat, Ipda Sahabuddin memilih langkah berbeda menjalin komunikasi langsung dengan para pewarta yang menjadi mitra penting kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Media adalah sahabat kami. Mereka membantu kami menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat dengan cara yang mudah dipahami,” ujar Ipda Sahabuddin kepada Fajar Pendidikan dengan nada bersahabat.
Bagi perwira polisi yang dikenal ramah itu, sinergi polisi dan media bukan sekadar soal pemberitaan, tetapi tentang kepercayaan dan keterbukaan informasi.
“Kalau komunikasi baik, semua bisa bekerja lebih efektif. Kami terbantu, masyarakat pun mendapatkan informasi yang benar,” lanjutnya.
Obrolan sore itu tak hanya soal berita. Para jurnalis juga berbagi pandangan tentang dinamika liputan di lapangan, tantangan di era digital, hingga pentingnya menangkal hoaks yang kerap memicu keresahan publik.
Salah satu jurnalis lokal yang hadir mengungkapkan apresiasinya terhadap sikap terbuka Kapolsek Pujananting.
“Kami senang bisa duduk bersama seperti ini. Tidak formal, tapi bermakna. Harapannya, sinergi ini terus berlanjut,” ujarnya.
Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu diakhiri dengan foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen memperkuat hubungan antara kepolisian dan awak media. Senyum mengembang di wajah semua yang hadir. Tak ada sekadar formalitas hanya rasa saling menghargai antara dua profesi yang sama-sama bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Bagi Ipda Sahabuddin, menjalin hubungan baik dengan media bukan sekadar strategi komunikasi, melainkan “jembatan kebaikan.” Sebab lewat pemberitaan yang positif dan berimbang, polisi bisa hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan sahabat masyarakat.
“Kita semua punya peran yang sama menjaga Barru agar tetap damai,” tutupnya sebelum meninggalkan café, disambut angin sore menjelang malam yang lembut.
Sore menjelang malam itu, di balik cangkir kopi dan obrolan ringan, tercipta makna yang lebih dalam: bahwa komunikasi dan kebersamaan adalah kunci menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi.
Hengki
